Mirage Kuasai 25 Persen Market Share Hatchback Malang

MALANG – Pertumbuhan Kota Malang menuju kawasan modern membuat permintaan kendaraan perkotaan seperti hatchback terus menunjukkan peningkatan. Salah satu pemain di segmen hatchback adalah Mitsubishi dengan gacoannya, Mirage. Kendaraan ini menempati urutan kedua penyumbang penjualan tertinggi di keluarga Mitsubishi.
“Di tempat kami, jualan terbaik memang seri Pajero. Tetapi, Mirage menemani di posisi kedua dan diikuti oleh Outlander Sport,” ujar Kepala Sun Star Motor Malang, Prianto.
Menurut dia, Pajero memimpin dengan penjualan sebanyak 40 unit per bulan. Sementara, rata-rata penjualan Mirage rata-rata 15 unit per bulan dan Outlander dengan capaian 10 unit per bulan.
“Penjualan Mirage ini sangat stabil. Customer suka dengan harga dan kualitasnya,” kata dia.
Prianto menyampaikan, tahun ini Mitsubishi menargetkan penjualan mirage bisa berada pada posisi 160 unit per bulan. Menurutnya, di tengah ketatnya persaingan seri hatchback, target tersebut sangat realistis.
“Permintaan terus naik. Pada saat yang bersamaan jumlah pemain di segmen hatchback juga semakin banyak,” ucapnya.
Dia mengakui, di kelas hatchback, Mirage menguasai market share tertinggi kedua dengan pencapaian 25 persen. Untuk mempertahankan posisi tersebut, Prianto mengatakan, Mitsubishi akan menggencarkan berbagai promosi diantaranya mengikuti pameran dan membuat penawaran hadiah. Apalagi, di tahun ini mobil yang terdiri dari tiga varian tersebut makin terlihat mewah.
Mirage sendiri ditawarkan dalam seri yaitu GLX, GLS dan Exceed. Harganya berturut-turut dipatok di kisaran Rp 165 juta, Rp 180 juta dan Rp 192 juta.
“Strategi promo seperti hadiah langsung maupun kredit lebih mudah untuk menggoda new customer. Kalau customer lama, pasti sudah kenal kualitas kami,” beber Prianto.
Salah satu customer, Hanes Tri Wicaksono mengakui, jika tertarik dengan Mirage karena harga. Apalagi, bagi dia yang masih meniti karier, patokan harga murah tetapi berkualitas sangat menjadi acuan.
“Bisa mencicil di bawah Rp 4 juta per bulan. Menyesuaikan pendapatan bulanan saya,” beber pria yang bekerja di Sidoarjo tersebut. (ley/fia)