Tiket Garuda Tersisa 30 Persen

MALANG - Meski ramadan dan lebaran masih jauh, namun tiket penerbangan Garuda tujuan Jakarta-Malang mulai penuh. Bahkan untuk keberangkatan Malang-Jakarta untuk arus balik sudah mulai tinggi pemesanan. Garuda Indonesia masih menjadi primadona pemudik, buktinya seat sudah hampir habis.
Branch Manager Garuda Indonesia Malang Agung Prabowo mengatakan, bila arus mudik memang membuat pemesanan tiket tinggi. “Beberapa hari jelang Idul Fitri, sudah banyak yang penuh, terutama kelas ekonomi,” katanya.
Menurut dia, posisi saat ini tiket sudah terpesan 70 persen untuk masa H-7 hingga H-1 lebaran. Paling banyak pemesanan pada tanggal 26-27 Juli mendatang. Tersisa di bawah 10 seat untuk tiap kali penerbangan. “Itupun kelas bisnis. Sementara kelas ekonomi paling ada dua atau tiga tempat kosong,” beber dia kepada Malang Post.
Menurutnya, semakin jauh sebelum lebaran, peluang calon penumpang masih besar. Apalagi, bila penumpang berburu tiket ekonomi, dia menyarankan untuk keberangkatan sebelum tanggal 25 Juli dan pesannya lebih cepat.
“Jangan mepet-mepet, daripada gigit jari,” sebut Agung.
Sebaliknya, untuk arus balik posisi pemesanan tiket di kisaran 40 persen. Calon penumpang banyak berburu tiket untuk balik ke Jakarta di penerbangan kedua. “Tanggal 2-3 Agustus yang sudah tinggi permintaan, apalagi itu di akhir pekan sudah sampai 80 persen,” tandas Agung.
Dia mengaku optimis, dalam beberapa hari ke depan sudah fully booked. Tak pelak, siap-siap gigit jari bila tidak memesan tiket untuk arus balik.
Dia mengakui, sekalipun mengalami peningkatan jumlah penumpang, Garuda tidak akan menambah pesawat maupun jadwal penerbangan. Pasalnya, di tahun ini armada Garuda sudah bisa menampung lebih banyak penumpang hingga 162 orang, terdiri dari 150 kelas ekonomi dan 12 kelas bisnis.
Sementara itu, untuk saat ini load factor dari Garuda terhitung bagus. Selama Juni ini, diakuinya average 90 persen. “Bagus, hingga kini maintenance di atas 90 persen,” terangnya.
Menurut dia, kondisi ini imbas dari Penas di Kabupaten Malang yang berlangsung di minggu kedua bulan ini. Sejak saat itu, keterisian selalu tinggi. “Selama pelaksanaan Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan ke-XIV baru lalu, kami sampai kewalahan melayani pemesanan dari konsumen dan masih berlanjut hingga saat ini, momen liburan sebelum puasa,” jelas dia.(ley/ary)