Oleh-Oleh Khas Malang Kian Diburu

MALANG – Pusat oleh-oleh di Kota Malang mulai bersiap menerima tingginya permintaan dari customer. Pasalnya, selain sejak minggu ini sudah memasuki masa liburan, customer pun mulai berburu makanan ringan untuk persiapan lebaran.
“Liburan sekolah menjadi salah satu momen bagi pusat oleh-oleh untuk meraup keuntungan lebih besar. Sebab, pada masa tersebut permintaan lebih tinggi,” ujar Manager Operasional Sananjaya, Machmud Ariad.
Menurutnya, persediaan makanan ringan di tempatnya pun kini lebih banyak. Bahkan, kondisi tersebut sudah berlangsung sejak awal bulan. “Awal Juni lalu ada Penas di Kabupaten Malang. Sejak saat itu, permintaan mulai tinggi, banyak pengunjung dari luar kota yang berburu oleh-oleh, baik khas Malang seperti keripik tempe dan apel,” beber dia kepada Malang Post.
Dia mengakui, bila peningkatan stok dua kali lebih banyak di bulan Juni ini. Kemudian, bulan depan meningkat lagi, seiring masa liburan yang memasuki tahap akhir di awal Juli, dan berlanjut dengan persiapan lebaran. “Bulan depan, target omzet kami melesat 100 persen ketimbang Mei lalu,” tambah Machmud.
Sementara itu, Sales Toko Rahayu di kawasan Sentra Industri Sanan, Wiwik Windarti menyampaikan, bila liburan sekolah jadi salah satu momen panen tempatnya. “Saat liburan seperti ini ramai banget. Selain itu, tanggal merah, lebaran dan Natal juga tinggi angka penjualan kami,” paparnya.
Dia mengakui, momen seperti ini penghasilan bisa naik hingga 2-3 kali per harinya. Bila normal omset sekitar Rp. 1 juta, ketika liburan mencapai Rp. 2 juta hingga Rp. 3 juta. “Bisa sampai 200 persen,” tegasnya.
Dia membedakan, saat liburan pembeli rata-rata berasal dari luar kota seperti Kalimantan, Palembang, dan Jakarta. Mereka datang dengan rombongan atau travel. “Kebetulan, Sanan sudah terkenal jadi pusat berburu oleh-oleh. Di sini dijual sekitar 200 jenis produk tapi para pembeli rata-rata lebih mengemari kripik tempe. Keripik buah apel dan nangka digemari pembeli.” Urai dia panjang lebar.
Wiwik menambahkan, untuk momen lebaran ini Rahayu menyiapkan stok lebih banyak. Begitu pula target, di kisaran Rp 2 juta per hari.(ley/ary)