Inflasi Terrendah Dalam Enam Tahun Terakhir

MALANG – Catatan inflasi di Kota Malang di bulan Juni menunjukkan angka penurunan. Inflasi tercatat sebesar 0,31 persen dari 0,37 persen. Sedangkan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,46. Angka tersebut terrendah untuk periode bulan Juni selama enam tahun terakhir.
Kasi Statistik Badan Pusat Statistik Kota Malang, Erny Fatma Setyoharini menyampaikan, bila dari 8 kota IHK di Jatim semua mengalami inflasi. “Yang paling tinggi Sumenep, diikuti Kota Kediri dan Kota Probolinggo. Sementara Malang masih di posisi ke tujuh, lebih rendah dari Kota Surabaya yang mencatat inflasi 0,37 persen,” ujarnya.
Sepuluh komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Juni 2014 adalah telur ayam ras, bawang merah, daging ayam ras, bawang putih, rujak dan tomat. Kemudian tarif listrik, kue basah, gula pasir dan donat. Sebaliknya, sepuluh komoditas yang mengalami penurunan harga seperti beras, cabai rawit, apel, selada, labu siam, mujahir, sawei putihm kangkung, batu bata dan kacang panjang.
Kelompok komoditas yang memberikan andil atau sumbangan inflasi pada Juni 2014 yaitu kelompok makanan sebesar 0,1473 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,844 persen. Selanjutnya kelompok perumahan, air, listrik gas dan bahan bakar 0,0358 persen dan kelompok sandang 0,0256 persen. Berikutnya kelompok kesehatan 0,0082 persen serta kelompok transportasi dan jasa keuangan sebesar 0,0095 persen.
Menurutnya, tingkat inflasi untuk tahun kalender Juni 2014 sebesar 2,06 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (YoY) Juni 2014 terhadap Juni 2013 sebesar 6,91 persen.
Sementara itu, Manajer Humas Bank Indonesia, Edy Kristianto mengaku bila catatan inflasi tahun ini cukup bagus. Baik dibanding bulan sebelumnya, bulan yang sama di tahun sebelumnya maupun catatan tahun kalender 2014 antara Januari sampai Juni. “Bila dibanding dengan tahun lalu, inflasi jauh lebih baik. Juni 2013, inflasi sebesar 0,91 persen,” ujar Edy.
Dia meyakini, untuk Juli ini pun YoY juga akan membaik. Pasalnya, faktor psikologis kenaikan BBM yang selama setahun terakhir masih turut membayangi, sudah mulai terlupakan. “YoY-nya bisa di angka 4,58 persen (plus minus 1). Terrendah 3,58 persen dan tertinggi 5,58 persen,” tambah Edy. (ley/fia)