Bulog Maksimalkan Pengadaan Beras di Daerah Baru

MALANG — Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional (Sub Divre) VII Malang mematok target pengadaan beras miskin (raskin) sebesar 70 ribu ton selama 2014 ini. Untuk menggapainya, Bulog akan menyisir daerah non sentra produsen padi dalam menyerap beras, sehingga target pengadaan bisa tercapai.
Kepala Bulog Malang Langgeng Wisnu Adinugroho mengatakan, di daerah non sentra produsen padi ternyata masih ada stok yang belum diserap pasar. Beras tersebut realisasi dari panen musim kemarau pertama atau April-Mei lalu. “Penyerapannya lumayan, bisa mencapai rata-rata 300 ton per hari,” kata Langgeng.
Daerah non sentra tersebut seperti dari Pasuruan dan Jombang. Selama ini, daerah tersebut produksi berasnya masih kalah dengan Ngawi dan Bojonegoro.
Saat ini, penyerapan beras mencapai 32,53 ton atau 46 persen dari target pengadaan sepanjang 2014. Hasil tersebut merupakan update hingga semester pertama berakhir atau akhir Juni kemarin. Dari pencapaian penyerapan sebesar itu, dia mengakui, masih dibawah ekspetasi dari Bulog Malang.
Sebab menurut dia, penyerapan beras hingga akhir Juni diekspetasikan mencapai 70 persen dari target pengadaan. Maka dari itu, dia sempat pesimis akan pengadaan di tahun ini, dan hendak merevisi target.
Dia memperkirakan, penyerapan beras sampai akhir 2014 hanya mencapai 50 ribu ton atau maksimal 60 ribu ton saja. “Itu pun terbantu dengan penyisiran beras di daerah nonsentra produsen beras,” katanya.
Menurutnya, melambatnya penyerapan beras di tahun ini, tidak hanya dialami Bulog Malang. Melainkan hampir merata di 12 sub divre di Jatim lainnya. “Berdasarkan survey BPS, produksi padi menurun semua. Tetapi di Bulog Malang sedikit lebih baik berkat adanya penyisiran non sentra,” papar dia panjang lebar.
Bahkan Langgeng optimis sampai akhir 2014 nanti penyerapan beras bisa sejajar dengan Bulog Ponorogo yang daerahnya merupakan sentra produksi padi utama di Jatim. Untuk saat ini dia memastikan, stok beras selama tujuh bulanke depan masih aman. Sekalipun saat ini Bulog juga menggelar operasi pasar bersama pemerintah. (ley)