Cipaganti Alami Lonjakan Permintaan Angkutan Lebaran

MALANG - Menjelang lebaran, jasa layanan travel dan pengiriman barang tidak luput mengalami peningkatan permintaan traffic. Salah satunya agen travel Cipaganti sudah menerima lonjakan permintaan jasa angkutan.
Kepala Outlet Cipaganti Malang, Bayu Ardin mengatakan, permintaan sudah terjadi sejak Juni lalu. “Reservasi mulai tinggi, sebab banyak calon penumpang yang takut tidak dapat travel,” kata dia.
Menurutnya, peningkatan pasti dialami semua travel. Tetapi, periode pengantaran penumpang tersebut dimulai dalam rentang H-7 lebaran mendatang. Sementara di bawah itu tergolong masih standar. Kalaupun ada, hanya meningkat sekitar 10 persen. “Pengalaman di tahun lalu, puncaknya ketika H-7 hingga H-1,” ujarnya.
Tren tingginya permintaan travel terus terjadi hingga H+2 lebaran. Setelah itu, travelnya berangsur-angsur mengalami penurunan. “Ketika lebaran pakemnya mudah ditebak. Hanya besar kecilnya yang meminta jasa itu yang tidak bisa,” tandas dia kepada Malang Post.
Menurut Bayu, untuk saat ini permintaan paling tinggi ke arah timur Jawa Timur. Seperti Jember, Banyuwangi dan Lumajang. Beberapa juga meminta tujuan ke Bali. Sementara, untuk arah barat cenderung lebih rendah. “Apalagi ke Jakarta, lebaran sangat sepi,” tegasnya.
Sementara itu, Cipaganti juga sudah mempersiapkan armada lebih menyambut lebaran. Ada peningkatan beberapa unit untuk memfasilitasi tingginya permintaan. Menurutnya, armadanya lebih banyak ketimbang hari normal, maupun ketika liburan sekolah seperti ini.
“Hampir bersamaan liburnya, jadi kami ambil momen lebaran. Ternyata, berdasarkan permintaan kini memang tepat. Sekarang, untuk jasa waktu lebaran sudah meningkat 30 persen,” papar dia panjang lebar.
Selain itu, di Cipaganti juga terdapat jasa pengiriman barang yang turut meningkat kuantitas barang yang dikirimnya saat ini. “Sekalipun besar, tetapi masih kalah bila dibanding penumpang. Kami lebih selektif untuk kargo,” tambah Bayu.
Terpisah, Owner King Travel, Bernardus Dicky mengakui, bila di tempatnya pun tidak kalah ramai. “Sejak Penas lalu berlanjut liburan dan lebaran, travel kami ramai,” ujarnya.
Menurut dia, kuota jasa travelnya juga mulai menipis untuk mengantar jelang lebaran nanti. “Paling tersisa 40 persenan dari total seat dan perjalanan di sini. Itu pun banyak yang sudah booking tetapi tinggal nge-fix-kan saja,” pungkas dia. (ley)