Melambat, DPK BNI Baru Tumbuh 4 Persen

MALANG - PT Bank Nasional Indonesia (BNI) 1946 Cabang Malang mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) di bawah target yakni sebesar 4 persen hingga pertengahan tahun ini. Hasil tersebut dipengaruhi beberapa faktor, yang membuat nasabah BNI mengalami kelesuan dalam hal menyimpan dana.

"Memang, semester satu ini pencapaian kami rendah. Sebab, faktor ekonomi masih di bawah standar mempengaruhi minat nasabah BNI untuk menyimpan dana," ujar Pjs BNI Cabang Malang, Akhmad Indra.

Proporsionalnya, saat tengah semester pertumbuhan mencapai 6 persen. Pasalnya, di tahun ini BNI juga hanya mematok pertumbuhan 11 persen atau tidak jauh berbeda dengan pencapaian 2013 lalu. "Pertumbuhan ini termasuk besar bagi BNI, walaupun secara kasat mata tidak fantastis," tegasnya.

Menurut dia, dengan pertumbuhan 4 persen tersebut, posisi DPK dari BNI sebesar Rp 2,33 triliun. Sedangkan posisi DPK di akhir tahun lalu masih di angka Rp 2,28 triliun.

Menurut perkiraan Indra, jelang tengah tahun ini, nasabah juga dihadapkan berbagai hal yang menghambat laju DPK. Seperti tahun ajaran baru, Ramadan dan pilpres. "Masih banyak yang menahan diri, terutama nasabah tabungan, yang hanya bertumbuh sekitar 2 persen," terang dia kepada Malang Post.

Sekalipun demikian, Indra masih optimis bisa menggapai target. Perkiraannya, laju simpanan dari nasabah akan melesat pada periode September-Oktober mendatang, selepas lebaran dan pilpres.
"Tetapi kami juga mesti kerja ekstra agar target pertumbuhan DPK tercapai," sebut dia.

Untuk saat ini, proporsi DPK dari BNI terdiri dari 60 persen tabungan, dan sisanya seimbang antar giro dan deposito. "Simpanan giro melesat semester pertama ini, mencapai 24 persen," tutupnya. (ley)