Pembayaran JHT BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp 81 Miliar

MALANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Malang tercatat membayar klaim Jaminan Hari Tua (JHT) mencapai Rp 81,021 miliar hingga berakhirnya semester pertama 2014 ini. Angka tersebut meningkat hampir dua kali lipat bila dibanding tahun sebelumnya.

Tahun lalu, dalam periode yang sama, pembayaran JHT di perusahaan yang dulu bernama Jamsostek ini sebesar Rp 48,839 miliar. “Peningkatannya sekitar 60 persen di tahun ini, bila dilihat dari total rupiah yang dibayarkan,” ujar Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang, Sri Subekti.

Untuk jumlah kasus (peserta yang melakukan klaim, juga meningkat. Nasabah yang menerima dana JHT hingga Juni 2014 ini mencapai 9.370 kasus. Sementara, di tahun lalu jumlah kasis dalam enam bulan pertama sebanyak 5.578 kasus, dan dalam setahun sebanyak 13.272 kasus.

Menurut dia, average klaim JHT tiap bulan juga selalu lebih tinggi ketimbang tahun sebelumnya. Bila tahun 2013 lalu pembayaran JHT tertinggi sebesar Rp 10,647 miliar dan terjadi di bulan April, maka di tahun ini selalu di atas Rp 11 miliar. “Paling tinggi bulan lalu, mencapai Rp 16,175 miliar. Paling rendah di bulan Mei sebesar Rp 11,139 miliar,” papar dia kepada  Malang Post.

Perempuan yang sebelumnya bertugas di Blitar ini menyampaikan, bila tingginya pembayaran JHT ini memang telah terasa sejak awal tahun. Pasalnya, begitu memasuki 2014 terjadi beberapa pemutusan hubungan kerja dari perusahaan besar. Seperti perusahaan rokok, yang harus mengurangi jumlah karyawan mencapai ribuan.

“Sebagian besar klaim JHT untuk karyawan dari perusahaan rokok seperti Bentoel, Kompas Agung dan Sampoerna. Makanya, tahun ini pembayaran klaim juga tinggi. Padahal, tahun lalu tertinggi Rp 11,996 miliar. Itu pun terjadi di bulan Desember,” papar dia panjang lebar.

Klaim JHT ini menjadi pembayaran paling tinggi diikuti oleh Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). “Jauh selisihnya, JKK hanya Rp 3,17 miliar dan JKM sebesar Rp 2,74 miliar,” tegasnya.

Perempuan yang akrab disapa Betty ini menuturkan, pentingnya perusahaan untuk mengikutkan karyawannya dalam program JHT. “Bila terjadi hal seperti PHK, perusahaan juga sudah siap memberikan pesangon,” tambah dia kepada Malang Post.

Belajar dari hal tersebut, BPJS Ketenagakerjaan kini memaksimalkan untuk mendatangi perusahaan dan mensosialisasikan agar karyawan diikutkan BPJS. Termasuk pula menyurati beberapa perusahaan yang sebenarnya sudah paham mengenai hal ini, tetapi enggan mendaftarkan diri.(ley/ary)