Penjualan Furniture Tahun Ini Lebih Lambat

MALANG – Momen jelang lebaran menjadi berkah bagi beberapa sektor bisnis. Termasuk pula bisnis furniture, yang mulai mengalami peningkatan penjualan memasuki minggu kedua bulan puasa ini. Meskipun lebih lambat ketimbang tahun lalu, furniture seperti  sofa paling mendominasi penjualan.

Owner Giri Palma Mebel, Made Raji Mahendra menuturkan, bila sales sudah meningkat. “Dalam sehari, antara 15-20 pieces yang terjual kepada customer. Mulai dari sofa, spring bed hingga kitchen set,” tuturnya.

Menurut dia, tren peningkatan telah terjadi sejak Juni lalu. Dia menyebutkan, jumlah barang yang terjual average 15 pieces per hari. Padahal ketika normal, di kisaran 7 pieces per hari. Jumlah tersebut meliputi beberapa lokasi penjualan yakni MOG, Batos dan Giri Palma Tidar.

“Juni lalu sudah terasa meningkat sekitar 30 persen bila dibanding bulan sebelumnya. Bulan ini malah jauh lebih besar,” papar Made panjang lebar.

Pria asal Bali ini mengakui, untuk saat ini yang paling mendominasi sales pada koleksi sofa. Terutama yang digunakan di ruang tamu. “Sekitar 70 persen barang yang terjual berjenis sofa, khususnya yang cocok diletakkan di ruang tamu,” sebut dia kepada Malang Post.

Made menyebutkan, omset penjualan akan semakin melesat ketika menjelang lebaran. Bila ditotal, omsetnya bisa mencapai Rp 70 juta per hari untuk tiga area bisnis Giri Palma. Bahkan, ketika mendekati hari raya akan lebih banyak lagi. Pengalaman di tahun sebelumnya, bisa menembus Rp 100 juta per hari.

“Memang, terkadang masyarakat bersiap menyambut hari raya dengan perabotan yang baru. Misalnya sofa dan tempat tidur untuk menerima tamu. Tujuannya, agar terlihat lebih fresh. Penjualan sangat besar apalagi bila kami menggelar promo,” tambah pria asal Bali itu.

Terpisah, Duty Store Manager Informa MOG, Suparno menyampaikan, bila tahun ini masih lebih lambat untuk penjualan perabotan rumah tangga. Dari target pertumbuhan 20 persen khusus pada sektor living room, sejauh ini masih jauh dari target. “Target penjualan kami baru tercapai 30 persen hingga pekan pertama Juli ini,” terangnya.

Menurut dia, di tahun lalu sales sudah mulai ramai sejak sebelum puasa. Tetapi, dia tetap meyakini penjualan akan melesat di pertengahan bulan, ketika Idul Fitri semakin dekat. “Kalau furniture kan berbeda dengan barang fashion. Dana yang disiapkan lebih besar. Mungkin sekarang masih mengutamakan biaya pendidikan,” tukas dia. (ley)