Jokowi Unggul, IHSG Akan Melejit Lebih Cepat

MALANG – Pemilihan umum presiden (pilpres) di Indonesia telah berlangsung kemarin. Untuk sementara berdasarkan hitung cepat dari beberapa quick count menunjukkan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (JK) unggul.  
Sektor ekonomi  tak ketinggalan menunggu siapa presiden ke-7 untuk Republik Indonesia, termasuk pasar saham dan investasi. Bila hasil tidak berubah, maka sosok presiden ini sesuai dengan harapan pasar.
“Banyak yang berharap agar Joko Widodo yang menjadi presiden, sejak pertama dia diputuskan menjadi capres dari partainya,” ungkap Analis Pasar Modal, Agus Prayitno.
Menurut dia, hal tersebut bisa dibuktikan dengan adanya Jokowi Effect beberapa waktu lalu begitu mendengar sosok gubernur DKI Jakarta tersebut akan maju dalam pilpres. Pasar saham langsung bergolak, namun ke arah yang positif. “Sempat menembus level tertinggi ketika respon positif dari investor,” ujar dia kepada Malang.
Menurutnya, investor memang lebih memilih sosok Jokowi untuk memimpin Indonesia, terutama dari asing. Sejak Mei lalu, dana asing terus berdatangan untuk ikut bermain di pasar nasional yang membawa efek positif bagi pasar modal.
Dia menyebutkan, kedua capres memang bakal membawa angin perubahan. Bila Jokowi yang terpilih, bisa terjadi pergerakan spartan di pasar saham. Banyak analis saham yang memperkirakan, IHSG akan segera menembus level 5400 poin. Prabowo pun bisa membawa ke arah sana, namun cenderung lebih lambat.
“Jika Jokowi, level 5400 poin akan terjadi di bulan ini. Bahkan sehari setelah pilpres, lonjakan akan drastis. Sebaliknya, Prabowo akan membawa pergerakan perlahan,” tutur Branch Manager Sucor Invest Malang, Kartono ketika dikonfirmasi Malang Post.
Dia menuturkan, Jokowi unggul dalam hal kinerja di bidang pemerintahan yang telah terbukti, termasuk perkembangan sektor ekonomi di Solo dan Jakarta ketika dia memimpin. Sedangkan Prabowo, piawai dalam hal program, tetapi masih memerlukan bukti.
“Yang sudah terbukti pasti disukai pebisnis seperti investor asing. Mereka tidak akan bermain-main untuk keamanan dananya. Untuk itu, tercatat suara dari investor lebih dominan menantikan Jokowi,” papar dia panjang lebar.
Sementara itu, dana investor asing diprediksi akan mengguyur pasar keuangan Indonesia pasca kemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut dua Joko Widodo dan Jusuf Kalla (JK) dalam hitung cepat sementara.  Analis Senior Standard Chartered Bank, Fauzi Ichsan di Jakarta menuturkan, dana asing yang akan masuk tidak akan terlalu besar. Pasalnya, sudah sejak awal pekan ini dana asing masuk dalam jumlah banyak terutama di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Hingga saat ini, total dana asing yang parkir di pasar modal sampai pada penutupan perdagangan Selasa (8/7) lalu mencapai Rp 46 triliun, terhitung sejak awal tahun ini. Dia pun memprediksi bila dolar Amerika Serikat (AS) akan melemah jika Jokowi menang. “Rupiah akan menguat ke Rp 11.300, sementara kalau Prabowo menang rupiah justru terkoreksi di Rp 12.000,” katanya. (ley/aim)