BI Mulai Layani Tukar Uang Baru

MALANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang, menyiapkan dana sebesar Rp 2,7 triliun untuk melayani kebutuhan uang baru di masyarakat menjelang lebaran 2014 ini. BI juga siap melayani masyarakat yang hendak menukarkan uang, untuk memberikan kenyamanan dan keamanan dengan tujuan meminimalisir beredarnya uang palsu.
Kepala KPw BI Malang Dudi Herawadi menuturkan bila menjelang lebaran tahun ini pihaknya kembali memberikan kesempatan untuk masyarakat yang hendak menukarkan uang langsung di kantor BI. “Selain melayani perbankan yang bekerjasama dengan BI untuk pelayanan penukaran uang baru, masyarakat juga bisa tukar uang langsung di BI,” tuturnya.
Menurut dia, pelayanan penukaran uang baru ini efektif berlaku sejak 10-24 Juli. Namun, jam penukaran yang mesti diperhatikan, yakni antara pukul 08.00 WIB – 11.00 WIB di hari kerja. “Senin sampai Kamis hingga pukul 11.00 WIB, sedangkan untuk hari Jumat hingga pukul 10.00 WIB,” beber Dudi, Kamis (10/7/14) lalu.
Dia mengatakan, ada 63 titik tempat penukaran uang baru pada lebaran ini. Tempat tersebut meliput  51 bank umum dan 12 BPR. “Areanya Malang, Pasuruan dan Probolinggo. Untuk pecahan uangnya mulai dari Rp 2000 hingga Rp 100.000,” tegas dia.
Menurut Dudi, pelayanan tersebut diberikan  agar masyarakat dapat merayakan lebaran dengan baik dan memiliki uang baru untuk bersilaturrahim dengan keluarga besar. Selain itu, juga untuk mengurangi tingginya risiko kejahatan, seperti penipuan ketika menitipkan penukaran uang di orang lain atau menerima uang palsu.
“Terkadang, ketika menukar uang jumlahnya ada yang kurang. Jika langsung di BI atau di bank yang ditunjuk, dipastikan lebih aman. Kurangi risiko dan sebisa mungkin hindari menukarkan uang di pinggir jalan,” papar dia panjang lebar.
Dia menambahkan, bila masyarakat hendak menukarkan uang dalam jumlah besar, sebaiknya mengajukan permohonan tertulis terlebih dahulu ke kantor BI. “Bila jumlahnya di atas Rp 50 juta, buat surat dulu agar kami menyiapkan uangnya,” tambahnya.
Dudi menyampaikan, hari pertama penukaran uang atau Kamis lalu, minat masyarakat terhitung tinggi. Nilai penukaran uang baru mencapai Rp 10 miliar.  Dengan melihat realisasi penukaran selama satu hari baik di BI maupun di perbankan, dia memperkirakan, kebutuhan uang baru untuk lebaran mencapai Rp 500 miliar. Sementara sisanya untuk perbankan ketika melayani nasabah menarik dana segera, maupun pengisian mesin ATM. (ley/han)