Jangan Biarkan si Miskin Antre Sedekah

MALANG - Ustadz Ahmad Al-Habsyi memberikan tausyiah dalam acara Ngabuburit Ceria Bersama 1000 Anak Yatim yang berlangsung di pelataran Malang Town Square (Matos) kemarin, (14/7/14). Dalam tausiyahnya, Ustadz kelahiran Palembang ini mengatakan kepada semua orang untuk selalu ingat bahwa harta yang dimiliki saat ini adalah milik Allah.
“Semua harta yang kita miliki adalah milik Allah, tak perlu menunggu orang miskin memohon-mohon kepada kita untuk memberikan sebagian harta kita,” pesannya.
Menurutnya banyak orang kaya yang tidak bisa menyalurkan hartanya dengan benar. Akibatnya saat memberikan hartanya sampai membuat orang miskin mengantre dan tidak sedikit pula yang terkadang sampai terinjak-injak hanya untuk mendapatkan uang Rp 10 ribu.
Ustadz yang sudah sering tampil di televisi ini juga mengajak semua orang untuk mendoakan Palestina yang tak henti-hentinya diserang oleh Israel.
“Marilah kita semua mendoakan saudara-saudara kita di Palestina, semoga Allah selalu membantu mereka dengan mengirimkan tentara-tentara dari langit yang tidak terlihat oleh mata manusia,” katanya sebelum memimpin doa.
Ngabuburit Ceria Bersama 1000 Anak Yatim ini merupakan even yang digelar oleh Rumah Zakat bekerjasama dengan Matos. Rangkaian acara seperti lomba adu bakat, fashion show hingga nasyid menjadi bagian dalam kegiatan tersebut.
Tampak, anak-anak mencoba memaksimalkan bakatnya untuk menggoda penonton dan dewan juri. Anak berusia 8 tahun pun dengan lugas memberikan tausiyah laksana orang dewasa.
Branch Manager Rumah Zakat Malang, Tedi Heryanto menyampaikan, bila acara tersebut selain ada adu bakat, juga spesial mengundang masa dengan jumlah besar.
“Anak yatim sebagai bagian dari kegiatan ini kami ajak untuk berbuka bersama. Selain itu, kami bersama-sama membagi takjil untuk pengguna Jalan Veteran,” ujarnya.
“Acara ini mendatangkan tamu dari Jakarta. Agar yang berbahagia semua yang datang di seputaran Matos,” beber dia kepada Malang Post.
Sementara itu, Marketing Communication Manager Matos, Rahayu Sasmita mengaku lega dengan terselenggaranya acara tersebut. Terlebih, acara ini sempat tertunda beberapa hari, dan kemarin juga sempat terkendala cuaca.
“Akhirnya sukses walau tadi takut dengan gerimis. Antusias peserta lomba dan pengunjung membuat kami lega,” terang Sasmita.
Dia mengakui, kerjasama dalam even besar ini baru pertama kali diselanggarakan dengan Rumah Zakat. Dia pun berharap, acara besar akan berlanjut lagi di kemudian hari. “Intinya, acara seperti ini untuk menyenangkan banyak orang, dan menambah nilai ibadah puasa selama Ramadan,” pungkas dia. (ley/oci)