Layanan Keuangan Naik 100 Persen

MALANG - PT Pos Indonesia (Kantor Pos) Cabang Malang mengalami peningkatan transaksi jasa keuangan jelang lebaran ini. Hal tersebut bisa dilihat dari transaksi yang meningkat dua kali lipat ketimbang bulan sebelumnya,  mencapai 1500 transaksi per hari.
Manajer Pemasaran Bidang Jasa Keuangan Kantor Pos Besar Malang, Imam Syafii menuturkan, bila tingkat transaksi wesel dan western union naik pesat. “Dua pekan terakhir atau memasuki Juli, dalam sehari antara 1200-1500 transaksi,” ungkapnya.
Menurut dia, layanan jasa keuangan tersebut baik dari dalam negeri maupun luar negeri (remitansi). Dari dalam negeri, customer menggunakan layanan pos instan dan prima, sementara untuk luar negeri mengenakan Western Union. Ketika normal, rata-rata transaksi di seluruh Malang Raya di kisaran 600 transaksi per hari.  
Dia menyebutkan secara prosentase  layanan jasa keuangan  dalam negeri mencapai 60 persen. Sebaliknya, luar negeri hanya 40 persen. Akan tetapi hasil tersebut berbeda bila dilihat dengan kuantitas uang yang dicairkan Kantor Pos.
"Dari luar negeri 75 persen, sedangkan dalam negeri hanya 25 persen," beber Imam kepada Malang Post.
Menurutnya, hal itu bisa terjadi sebab untuk pengiriman uang dari masyarakat di Indonesia jumlahnya lebih kecil. Sebaliknya, untuk kiriman dari luar negeri jumlahnya besar. “TKI yang mengirimkan dana pasti di atas Rp 500 ribu. Sementara, untuk masyarakat Indonesia yang berkirim uang masih ada yang senilai Rp 100 ribu-Rp 200 ribu,” papar dia panjang lebar.
Imam menguraikan, secara keseluruhan jumlah pencairan uang di Kantor Pos Malang hingga tengah semester lalu mencapai Rp 257,3 miliar. Dari jumlah tersebut, remitansi  dengan Western Union menyumbang angka Rp 172, miliar dan paling besar terjadi di bulan Juni mencapai Rp 30 miliar. Transaksinya menembus 9892 transaksi. “Paling tinggi sebab juga mendekati momen lebaran. Bulan itu juga transaksi mulai terlihat mengalami peningkatan,” tukasnya. (ley/han)