Ramadan Deal Genjot Okupansi

MALANG - Memeriahkan bulan suci Ramadan 2014, Best Western International Area Development Office Indonesia meluncurkan paket menginap Ramadan Deal yang berlaku di seluruh 12 hotel Best Western di Indonesia. Program ini menawarkan harga paket menginap mulai dari Rp 399 ribu per kamar per malam (room only).
“Dengan adanya program Ramadan Deal ini, hotel-hotel Best Western di Indonesia turut serta dalam menyemarakkan bulan Ramadan dan Idul Fitri, sebagai pilihan yang tepat untuk berlibur bersama keluarga dan teman," ujar General Manager Sales dan Marketing Best Western International-Area Development Office Indonesia Rudi Fajar Putra.
Selain itu, dikatakan Rudi, sebagai jaringan hotel terbesar yang memiliki lebih dari 4000 hotel di 100 negara dan teritori di seluruh dunia, termasuk 12 hotel di Indonesia juga meluncurkan ‘BNI Ramadhan Special Privilege’ yang dijalankan bekerjasama dengan BNI. Program ini diberikan khusus bagi pemegang kartu kredit BNI selama bulan Ramadan yang berlaku mulai 28 Juni hingga 27 Juli 2014, di seluruh restoran Best Western Hotel. Tak terkecuali, Best Western OJ Malang.
‘’Program ini juga berlaku di Best Western Malang. Dalam perkembangannya, kami menilai Malang merupakan kota yang unik. Tingkat okupansi pada weekday dan weekend sama tingginya, dan cenderung naik tiap bulan,” tambahnya.
Terpisah, hal senada disampaikan General Manager OJ Hotel Malang Agus Anom Suroto. Walhasil pihaknya yakin okupansi akan tetap tinggi di lebaran nanti. Namun untuk masa Ramadan memang cenderung tidak begitu bagus, namun dengan adanya paket Ramadan dan beverage, masih bisa menembus 100 persen city occupancy. Itupun berdasar catatan tingkat okupansi di masa Ramadan dan Lebaran tahun lalu.
‘’Kami launching pada 21 Desember 2013 namun sudah soft opening sejak 27 Juli, dan saat itu juga melintasi bulan Ramadan dan Lebaran. Saat itu, kami melewatinya dengan 100 persen city occupancy. Ketika kota lain menurun, di Malang justru okupansi naik, semua hotel penuh. Ada alasan masyarakat Malang, memilih tinggal di hotel, karena pembantu mudik. Serta, Malang dibanjiri pemudik,” yakin Agus. (poy/han)