Marak PHK, Klaim BPJS Meningkat

MALANG - Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan telah melakukan pembayaran jaminan kepada peserta mencapai Rp 86,93 miliar. Jumlah tersebut meningkat 38,2 persen ketimbang tahun lalu dalam periode yang sama.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang, Sri Subekti mengatakan, tahun ini, pembayaran klaim meningkat.
"Kami menyalurkan lebih banyak klaim di semester pertama ini, baik kasus maupun dananya," katanya.
Menurut dia, di semester pertama 2013 lalu, pembayaran klaim untuk ketiga program jaminan ini hanya sebesar Rp 53,65 miliar saja. Hal tersebut menunjukkan, bila tahun ini banyak peserta yang mencairkan preminya, baik dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), maupun Jaminan Kematian (JKM).
Perempuan yang akrab disapa Betty ini menuturkan, paling banyak pembayaran klaim hingga Juni lalu pada program JHT. Seiring dengan banyaknya tenaga kerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja dengan perusahaannya.
Rinciannya, untuk JKK pembayaran klaim sebesar Rp 3,17 miliar, JHT sebesar Rp 81,02 miliar dan JKM sebesar Rp 2,74 miliar. Sementara, untuk jumlah kasus, berturut-turut JKK 703 kasus, JHT 9370 kasus dan JKM sebanyak 130 kasus.
"Tahun lalu untuk JKK sebanyak 670, JHT 5578 dan JKM 131 kasus. Paling banyak, pencairan terjadi di bulan April. Tetapi, tahun ini sejak Januari sudah besar kasusnya," papar dia panjang lebar.
Menurutnya, tahun ini pencairan lebih besar sekalipun perusahaan yang dulu bernama Jamsostek tersebut sudah tidak lagi melayani Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) yang beralih ke BPJS Kesehatan yang dulu bernama Askes. "Pembayaran yang meningkat menjadi bukti bermanfaatnya tenaga kerja diikutkan BPJS Ketenagakerjaan. Sebab, bila terjadi hal yang tidak diinginkan seperti PHK, karyawan tidak terlalu dirugikan," sebut perempuan berkacamata tersebut. (ley/oci)