Impor Daging Beku dan Sapi Hidup Melonjak

JAKARTA - Kementerian Pertani an (Kementan) mencatat angka impor sapi hingga Juli 2014 sangat tinggi, sehingga jika dibiarkan akan mengulang kejadian pada 2010. Pada waktu itu harga daging sapi lokal anjlok dan peternak tidak bergairah berternak sapi.
"Berdasarkan data dari Balai Karantina Hewan, dari Januari hingga 21 Juli 2014, impor sapi bakalan sudah mencapai 300.975 ekor sapi sedangkan impor sapi potong mencapai 80.230 ekor sapi, sehingga total impor sapi hidup kita sudah mencapai 381.205 ekor," ungkap Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro, Rabu (23/7).
Syukur mengatakan, padahal kebutuhan daging sapi nasional mencapai 575.888 ton, dengan jumlah 381.205 ekor sapi impor sudah sama dengan 23,16 persen dari kebutuhan daging sapi nasional.
"Itu belum termasuk impor daging sapi beku sudah mencapai 57.139 ton. Padahal impor daging sapi beku sepanjang tahun lalu hanya 55.000 ton, ini baru sampai 21 Juli sudah mencapai 57.139 ton, melonjaknya sangat tinggi. Apalagi untuk impor sapi bakal hingga 21 Juli yang mencapai 300.975 ekor sapi padahal tahun lalu hanya 102.556 ekor sapi bakalan, lonjakannya sangat tinggi," ungkap Syukur.
Ia sangat mengkhawatirkan kondisi lonjakan impor sapi tersebut, pasalnya jika terus dibiarkan bahkan seperti 2010 lalu impor sapi dan daging sapi hingga 54 persen dari kebutuhan nasional. Dampaknya harga daging sapi peternak anjlok dan peternak tidak sejahtera dan tidak semangat lagi beternak.
"Masalahnya saya pun heran impor sapi melonjak tinggi sekali, tetapi harganya tidak turun-turun. Kalau ada permainan kami harapkan KPPU bisa bergerak, karena tugas kami hanya untuk meningkatkan produksi sapi," tutupnya. (dtc/aim)