Penukaran Uang Pecahan Baru Tembus Rp 200 Miliar Per Hari

MALANG - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang tercatat menerima 1000 orang non bank penukar uang pecahan baru per hari. Jumlah tersebut, membuat KPw BI Malang rata-rata menggelontorkan dana mencapai Rp 8 miliar per hari kepada masyarakat umum.
Deputi Kepala KPw BI Malang, Rini Mustikaningsih menuturkan, catatan itu berdasarkan penukaran uang antara 10-21 Juli lalu. "Hingga tiga hari sebelum penutupan masa penukaran uang, masyarakat masih ramai berburu uang baru untuk lebaran," tuturnya.
Menurut dia, jumlah tersebut menunjukkan antusiasme dari masyarakat. Pasalnya, dari 1000 orang per hari, pelayanan penukaran uang tersebut antara pukul 08.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB. "Kami batasi antrian, sebab pelayanan pasti di atas itu," ujar dia.
Total uang yang sudah tersalurkan kepada masyarakat langsung mencapai Rp 61,88 miliar. Dia meyakini, hari terakhir permintaan pasti lebih tinggi lagi.
Selain kepada masyarakat langsung, BI Malang juga bekerjasama dengan bank umum dan BPR. Total jaringan kantor bank yang turut serta melayani penukaran uang baru mencapai 73 bank. Dengan rincian 32 bank umum dan 21 BPR.
Total, dari Rp 2,7 trilun uang baru yang disiapkan BI Malang, telah tersalurkan mencapai Rp 1,5 triliun. Rata-rata yang keluar sejak tanggal 10 Juli lalu sebesar Rp 200 miliar per hari dengan asumsi, yang tersalurkan pada bank umum dan BPR sebesar Rp 192 miliar.
Langkah BI yang menggelontorkan uang baru kepada masyarakat ini untuk meminimalisir penukaran uang di tempat yang tidak begitu kondusif, seperti penukaran di pinggir jalan. Pasalnya, peluang beredarnya uang palsu dan kejahatan bisa terjadi di sana. Misal, uang yang ditukar jumlahnya kurang.
Terbukti,  penukaran uang di kawasan Alun-Alun Merdeka Malang, mengalami penurunan penukaran ketimbang tahun lalu. Bila tahun lalu average harian mencapai Rp 20 juta, kini di bawah itu.
"Sekarang sangat sepi. Turun drastis bila dibanding lebaran lalu, sebab paling tinggi cuma bisa mencapai Rp 12 juta," ujar Suhendra, salah satu pebisnis penukaran uang.
Menurut dia, hal yang sama juga dikeluhkan oleh rekan-rekannya. Menurutnya, baru terasa ramai dalam kurun waktu tiga hari terakhir kemarin. (ley/aim)