Ramadan Merakyat, BRI Sebar 4000 Paket Sembako

MALANG – Jelang akhir Ramadan, BRI Kantor Wilayah Malang menggelontor 4000 paket sembako untuk masyarakat yang kurang beruntung. Paket yang berisi aneka kebutuhan lebaran itu, totalnya mencapai Rp 754 juta.
Paket itu diberikan oleh BRI kepada masyarakat dalam serangkaian acara Ramadan Merakyat yang puncaknya berlangsung pada  Selasa (23/7) kemarin.
"Rangkaian acara Ramadan tahun ini sangat beragam. Total dananya mencapai Rp 754 juta," ujar Pimpinan Wilayah BRI Malang, Mardiwibawa kepada Malang Post, kemarin.
Menurut dia, dana tersebut merupakan dana yang dihimpun Yayasan Baitul Mall BRI dari gaji karyawan BRI. "Setiap bulannya karyawan menyisihkan gajinya minimal 2,5 persen untuk dimasukkan ke YBM dan difungsikan untuk kegiatan sosial seperti ini," ungkapnya.
Selain paket sembako, rangkaian kegiatan Ramadan Merakyat dari BRI melalui YBM meliputi santunan dan buka bersama anak yatim, pemberian takjil, sumbangan rumah sehat, bantuan modal usaha, renovasi masjid hingga bantuan untuk sekolah. Masing-masing jumlah yang diterimanya berbeda.
"Misalnya untuk bantuan pengadaan komputer senilai Rp 17 juta, operasi bibir sumbing sebesar Rp 40 juta, pavingisasi sekolah sebesar Rp 10 juta hingga sumbangan modal usaha Rp 6,5 juta," papar dia panjang lebar.
Pria ramah ini menyampaikan, kegiatan sosial itu akan terus berlangsung dan diberikan pada masyarakat di seluruh wilayah kerja BRI Kanwil Malang, mulai dari Banyuwangi sampai Magetan. Seperti paket sembako tersebut, sebanyak 3000 paket tersebar di 23 cabang BRI Kanwil Malang.
"Yang 1000 paket sembako di wilayah Malang Raya. Sisanya, langsung dikirim ke tiap cabang sesuai dengan pembagiannya. Isinya seperti kue kering, minyak goreng, dan syrup," urai dia.
Dalam pembagian sembako kemarin, Mardiwibawa juga menyampaikan, agar karyawan BRI menghayati Ramadan kali ini. Selain itu, bila selama ini masih banyak yang menyisihkan 2,5 persen saja untuk zakat, sudah selayaknya ditambah. "Seumpamanya 2,5 persen ini merupakan tiket ibadah kelas ekonomi, maka bila ingin merasakan kedamaian bisa menyisihkan 5 atau 10 persen," tutur dia lantas tertawa. (ley/aim)