Pedagang Ketiban Untung Masjid Tiban

MALANG – Kemeriahan lebaran berimbas pada pedagang di seputaran tempat wisata religi, Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah’ di Turen. Pedagang mendapatkan kenaikan omzet hingga tiga kali lipat pada momen Idul Fitri.
Salah satunya Hadi Sunarto, Pemilik Salak Buah. Dia mengakui, bila omzetnya naik hingga tiga kali lipat selama sepekan terakhir.
“Paling terasa di akhir pekan, omzet selama dua hari bisa mencapai Rp 7 juta,” ujarnya.
Menurut dia, hitungan tersebut berlaku untuk Sabtu dan Minggu. Ketika akhir pekan di bulan normal, dia mencatatkan omzet sekitar Rp 2 juta dalam dua hari. Sedangkan untuk hari normal atau Senin sampai Jumat, malah di bawah itu.
“Kalau hari normal mentok Rp 2 juta. Liburan lebaran ini, hari normal bisa mencapai Rp 3 jutaan,” beber dia kepada Malang Post.
Dia mengakui, omzet sebesar Rp 7 juta tersebut dia hasilkan dari penjualan sekitar 7 kuintal buah. Baik buah salak, jeruk maupun apel. Tetapi, yang paling banyak memang buah salak dengan jenis salak pondoh. Sementara, jeruk tergantung musim. “Seperti saat ini ada buah jeruk juga,” terangnya.
Hadi menuturkan, bila dalam sepekan ini merupakan puncak kunjungan ke tempat wisata tersebut. Akan tetapi, masih akan terus ramai selama sebulan ke depan, walaupun tidak seperti saat lebaran. “Orang yang penasaran atau berlibur masih berlanjut hingga HUT RI. Selain disini sering ada acara untuk kemerdekaan, memang masih dimanfaatkan untuk silaturahmi,” imbuh Hadi.
Sementara itu, Ira Avia dari Susi Oleh-oleh mengakui, bila omzetnya meningkat dua kali lipat. Berbeda dengan buah segar yang selalu laris dengan jumlah yang besar, di tempatnya selama sepekan terakhir mencatatkan omzet sekitar Rp 600-900 ribu per hari. “Paling tinggi di akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu,” ujarnya.
Menurutnya, harga oleh-oleh juga lebih murah, yakni Rp 10 ribu dapat empat. Pilihan tersebut kerap dipilih oleh pengunjung, untuk buah tangan setelah mengunjungi Ponpes yang berada di Desa Sananrejo tersebut.
Sedangkan salah satu penjual tape, yakni Ridho, ketika akhir pekan ini bisa mencatatkan omzet mencapai Rp 3 juta dalam sehari. Meningkat berkali lipat ketimbang hari normal, di kisaran Rp 300 ribu per hari. (ley/aim)