Omzet Bisnis Makanan Khas Meroket

MALANG – Liburan lebaran yang berakhir kemarin, membawa berkah bagi pelaku bisnis oleh-oleh di Kota Malang. Peningkatan omzet mencapai 100 persen diperoleh, di tengah tingginya angka kunjungan di Malang Raya.
Manajer Operasional Sananjaya Oleh-oleh di Kota Malang, Machmud Ariad menuturkan, bila peningkatan terjadi selama Juli lalu. Omzetnya meningkat mencapai 80 persen hingga 100 persen ketimbang bulan sebelumnya.
“Peningkatan omzet harian di Sananjaya antara 70-100 persen,” tuturnya.
Menurut dia, ketika normal omzet di pusat oleh-olehnya di kisaran Rp 5 juta. Selama Ramadan di bulan Juli, hasilnya melonjak hingga Rp 10 juta per hari. Malahan, melebihi itu ketika mendekati lebaran. “Puncaknya sepekan terakhir, bisa mencapai Rp 12 juta per hari. Banyak yang berburu makanan ringan,” beber dia kepada Malang Post.
Menurut dia, customer berburu makanan ringan selain untuk berlebaran juga sebagai oleh-oleh. Sebab, masa liburan yang berakhir pula membuat customer yang tengah mudik sudah bersiap balik dan membawa oleh-oleh. Terutama yang khas Malang seperti keripik tempe dan keripik buah.
“Keripik memang jadi favorit baik untuk sajian lebaran ditambah minuman sari apel.  Tetapi ada beberapa makanan lain yang tidak kalah menarik, dan jarang ditemui di Malang,” tegasnya.
Dia mencontohkan, keripik tempe yang disiapkan tiga kali lipat lebih banyak ketimbang Juni lalu, menjadi produk yang paling cepat terjual. Bahkan, sepekan terakhir sulit untuk memenuhi permintaan, karena pengrajin libur. Selain itu, makanan lain yang tinggi permintaannya aneka pia.
“Ada pia khas Malang dan Yogyakarta dengan nama Bakpia Pathok 35. Itu juga tengah jadi best seller, selain keripik tempe dan buah,” terang dia.
Terpisah, Umi Jumiati dari Melati Oleh-oleh mengakui, bila omzetnya melesat hingga dua kali lipat. Pasalnya, selama Juli lalu selain untuk melayani pembeli langsung, permintaan pengiriman keluar kota juga tinggi.
“Padahal hanya keripik tempe saja, tetapi lonjakan penjualan juga terjadi. Bulan lalu menjadi salah satu peak season bagi bisnis oleh-oleh,” bebernya. (ley/aim)