Pertumbuhan Kredit BII Tumbuh 25 Persen

PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) mencatat laba operasional sebelum provisi pada semester pertama yang berakhir 30 Juni 2014 naik 13,5persen menjadi Rp1,3 triliun dibandingkan Rp1,2 triliun pada periode yang sama tahun lalu. 
“Saya gembira, penguatan jaringan BII telah menyebabkan peningkatan kinerja, khususnya di sektor konsumer dan UKM kami.  Fokus kami selanjutnya untuk meningkatkan produktivitas di seluruh perusahaan  dengan melanjutkan upaya untuk mengelola risiko pasar secara lebih baik dan akan memberikan hasil yang lebih baik pada semester kedua tahun ini,” terang Presiden Komisaris BII dan Chairman Maybank Group, Tan Sri Dato’ Megat Zaharuddin bin Megat Mohd Nor
Laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali (PATAMI) untuk semester pertama yang berakhir 30 Juni 2014 mencapai Rp336 miliar sementara laba sebelum pajak sebesar Rp511 miliar, dibandingkan dengan Rp681 miliardan Rp966 miliar pada 2013.  Hal ini terutama disebabkan tekanan lanjutan pada marjin bunga bersih (NIM) serta provisi yang lebih tinggi dari beberapa nasabah korporasi yang terkena dampak kondisi pasar yang penuh tantangan.
Bank mencatat pertumbuhan kredit yang baik sebesar 25persen secara tahunan menjadi Rp 106,0 triliun per 30 Juni 2014 dengan Perbankan Bisnis tumbuh 26,8 persen dari Rp 30,2 triliun menjadi Rp 38,3 triliun sementara kredit dari Perbankan Ritel naik 23,4persen dari Rp 31,1 triliun menjadi Rp 38,3 triliun, dan kredit dari Perbankan Global meningkat 23,1 persen dari Rp 23,9 triliun menjadi Rp 29,4 triliun.
Bank terus mengelola likuiditas secara prudent dengan prioritas memelihara cadangan likuiditas dengan baik.  Simpanan Nasabah meningkat 16,2 persen selama semester pertama 2014 menjadi Rp 105,9 triliun dari Rp 91,1 triliun pada periode yang sama tahun lalu. 
Situasi likuiditas ketat yang dialami industri perbankan pada semester pertama 2014 yang menyebabkan meningkatnya biaya dana telah berdampak pada Marjin Bunga Bersih (NIM) Bank yang turun dari 5,34 persen menjadi 4,75 persen.
“Kami memahami kondisi pasar yang penuh tantangan secara berkelanjutan pada sisa tahun 2014, dan akan terus memprioritaskan pertumbuhan portofolio dengan disiplin penentuan harga secara ketat untuk kredit dan likuiditas.  Kami selanjutnya juga akan menekankan inisiatif pengelolaan biaya untuk mengoptimalkan manfaat dari investasi kami dan meningkatkan efisiensi kami secara menyeluruh di masa datang." Jelas Presiden Direktur BII, Taswin Zakaria.
Rasio Kredit terhadap Simpanan (Bank saja, tidak termasuk entitas anak) tetap terkelola dengan sehat yaitu  90,80 persen per 30 Juni 2014, sementara modified LDR konsolidasian yang memperhitungkan obligasi, pinjaman jangka panjang dan simpanan nasabah tercatat sebesar 82,77 persen.
Untuk lebih meningkatkan komposisi pendanaan jangka panjang dan memperkuat modal tier 2,  Bank telah sukses  menyelesaikan penerbitan Obligasi Subordinasi sebesar Rp 1,5 triliun dan Sukuk Mudharabah sebesar Rp 300 miliar.(*/fia)