Liburan Usai, Bank Diserbu Nasabah

MALANG – Perbankan mulai dikerumuni oleh nasabahnya pasca libur panjang. Tabungan mendominasi transaksi perdana nasabah pasca libur selama sembilan hari yang berbarengan dengan momen lebaran tersebut.
Pemimpin Cabang BRI Syariah Malang Agung Wahyudi Rahardjo menuturkan, di hari efektif perdana, nasabah langsung terlihat tancap gas.
“Sudah dari pagi penuh dengan nasabah, baik yang menabung, tarik tunai, pembukaan rekening maupun pembayaran kredit,” tuturnya.
Akan tetapi, untuk jumlah penabung memang dominan. Menurut dia, sekitar 60 persen nasabah yang menabung.
“Paling banyak melakukan simpanan, lebih dari separuh transaksi di hari ini,” ujar Agung, Senin (4/8) kemarin.
Sejatinya, untuk BRI Syariah Cabang Malang sudah memulai operasional Jumat (1/8) lalu, tetapi terbatas pelayanannya. Yakni setoran tunai dan tarikan tunai dalam jumlah besar. Namun, masih sangat sedikit yang melakukan transaksi di hari itu.
Terpisah, Assistant Manager Bisnis Mikro BRI Malang Martadinata, Sugeng Suroto menyampaikan, nasabah juga memadati BRI. “Dari seluruh cabang juga beritanya ramai semua, selain memang di awal pekan, setelah libur panjang,” beber dia kepada Malang Post.
Sugeng menambahkan, untuk bank pelat merah tersebut, pembukaan rekening paling mendominasi transaksi. Rekening baru yang dipilih paling besar yakni Tabungan Junio BRI, yang dikhususkan untuk nasabah anak-anak.
“Orang tua mulai menyimpan tabungan untuk anaknya. Sepertinya sang anak sedang banyak uang setelah lebaran dan lebih aman disimpan dalam bentuk tabungan,” papar dia panjang lebar.
Apalagi, di hari perdana tersebut, anak sekolah juga banyak yang pulang lebih cepat. Sehingga kesempatan bagi orang tua untuk mengajak anaknya menabung di bank.
Sementara itu, Branch Manager BTN Cabang Malang, M. Adrian Syahbandi menyampaikan, untuk transaksi memang terlihat langsung tinggi. Bila dibandingkan dengan hari normal, peningkatan hampir dua kali lipat.
“Selain setiap Senin memang biasanya nasabah lebih berjubel, kali ini setelah liburan panjang lebih ramai lagi. Setoran dan tarikan paling mendominasi,” bebernya.
Dia menuturkan, untuk penarikan cenderung pada nasabah yang akan mengambil uangnya dalam jumlah besar. Rata-rata di atas Rp 2 juta yang mengharuskan nasabah menarik di bank. Sebab, kapasitas maksimal penarikan di ATM antara Rp 5-10 juta per hari. “Jumlah nasabah yang menabung memang banyak, tetapi uangnya bervariasi. Sementara, untuk penarikan pasti dalam jumlah besar,” terang dia kepada Malang Post.
Senada dengan perbankan lainnya, Bank Bukopin juga terpantau lebih tinggi tingkat kedatangan nasabahnya ketimbang sebelumnya. Menurut Public Banking Officer, Ratna Haryanti, sudah diprediksi untuk keadaan tersebut, sehingga pelayanan juga dimaksimalkan.
“Setelah liburan dipastikan ramai dan teller maupun customer service mesti kerja lebih banyak daripada biasanya. Entah pembayaran, penarikan maupun pembukaan rekening,” sebut Ratna. (ley/oci)