Menguat 30 Poin, Tapi Sepi Transaksi

MALANG – Masa libur lebaran usai sudah. Lantai bursa pun dibuka kembali dan tercatat mengalami penguatan 30 poin ketimbang perdagangan terakhir 25 Juli lalu. Akan tetapi, dalam perdagangan kemarin, pasar saham cenderung sepi karena faktor kehati-hatian investor.
Branch Manager SucorInvest Abdul Gani Malang Kartono menyampaikan, perdagangan perdana pasca libur panjang masih dipandang dengan negatif oleh investor. Dari pagi hingga pukul 14.00 WIB, atau dua jam sebelum penutupan perdagangan, transaksi cenderung sepi. “Hari ini masih terhitung sepi. Investor banyak yang memilih wait and see untuk berburu atau melepas sahamnya,” ujarnya.
Menurut dia, kenaikan IHSG di akhir perdagangan menuju level 5119 poin sebenarnya di luar dugaan. “Sejam sebelum penutupan malah masih turun 2 poin. Dari level 5088 saat perdagangan terakhir, ke level 5086 poin,”  beber dia kepada Malang Post.
Pria yang akrab disapa Nando ini menyebutkan, ketika menguat jelang akhir perdagangan berkat aksi borong saham atau aksi beli investor lokal. IHSG menguat 30 poin berkat aksi borong saham jelang penutupan perdagangan. Aksi beli banyak dilakukan investor lokal. Banyak emiten yang berada di zona merah, karena tidak berminatnya investor untuk melakukan aksi beli.
Tercatat ketika penutupan, sebanyak 167 saham turun, berbanding dengan 127 yang naik. Sementara yang stagnan 92 saham. “Biasanya, ketika ramai yang turun di bawah 100 emiten, untuk volume transaksi sebanyak 6,143 miliar lembar saham dengan nilai Rp 8,06 triliun. Normalnya, transaksi mencapai Rp 9 triliun,” papar dia panjang lebar.
Akan tetapi, catatan tersebut diakui oleh Nando masih lebih baik jelang libur panjang lalu. Pasalnya, waktu itu investor memiliki tingkat kehati-hatian lebih besar lagi dan transaksi waktu itu hanya mencapai Rp 6 triliun.
Dia mengakui, tiga hal utama mempengaruhi perdagangan perdana kemarin. Yakni berbarengan dengan rilis data perekonomian, laporan bulanan Badan Pusat Statistik dengan peluang inflasi yang besar dan profit taking (aksi ambil untung). “Ketika ingin aman, investor wait and see,” tambahnya.
Terpisah, Sales Equity Securities Agus Prayitno menyebutkan, data perekonomian nasional memang sangat berpengaruh besar. Perkiraan defisit neraca perekonomian mencapai USD 250 juta, dan Agustus kecenderungan lantai bursa sepi serta melemah.
“Faktor besarnya pada perekonomian nasional dan rekaman perdagangan saat Agustus. Selain itu, faktor keamanan luar negeri seperti Irak, Gaza dan Ukraina juga menghambat investor asing,” urainya.
Dia pun memprediksi, selama Agustus ini IHSG akan bergerak di kisaran level 5050-5180 poin. “Masih belum bisa naik lagi dari level itu, karena pasti masih sepi peminat. Apalagi sepekan ini,” pungkas Agus. (ley/han)