Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat

Perlambatan ekonomi Indonesia masih terus terjadi sampai saat ini. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada kuartal II-2014 pertumbuhan ekonomi hanya 5,12 persen, terendah sejak 2009.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menilai pertumbuhan yang di atas 5 persen masih bisa disebut sebagai sebuah prestasi. Pasalnya, perekonomian dunia masih dalam tahap pemulihan, sehingga tidak banyak negara yang bisa menyamai pencapaian tersebut.
"Kalau kita bisa tumbuh di atas 5 persen itu masih bagus dan dihormati Indonesia," ujar Agus di Gedung Djuanda, Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (5/8/2014).
Menurut Agus, memicu pertumbuhan ekonomi saat ini merupakan hal yang tidak relevan. Pertumbuhan ekonomi tidak hanya cepat, tetapi juga harus berkelanjutan. "Justru yang kita ingin capai adalah pertumbuhan ekonomi yang suistanable," sebutnya.
Dalam kondisi saat ini, lanjut Agus, memacu pertumbuhan ekonomi justru bisa berdampak negatif. Impor akan meningkat, dan imbasnya adalah pelemahan nilai tukar rupiah.
"Transaksi perdagangan Januari-Juli masih defisit itu tidak sehat. Apakah saudara ingin ada currency bisa kuat kalo seandainya kondisi neraca perdagangan dan transaksi berjalan seperti itu? Jadi kita di Indonesia harus hadapi fakta," jelas Agus.
Memacu pertumbuhan ekonomi, tambah Agus, membutuhkan prasyarat perbaikan struktural. "Kalau kita memang alami situasi yang struktural mesti perbaiki, kita perbaiki," ujarnya.(dtc/fia)