Ayam Ras Naikkan Inflasi Kota Malang

MALANG – Inflasi di Kota Malang bulan Juli lalu meningkat. Inflasi tercatat sebesar 0,49 persen, naik ketimbang bulan Juni sebesar 0,31 persen. Sementara Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,01, dari bulan sebelumnya 112,46.
Kasi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Kota Malang, Erny Fatma Setyoharini menyampaikan, bila inflasi memang dipastikan naik Juli lalu. “Sesuai prediksi inflasi lebih tinggi, sebab berbarengan dengan lebaran,” ujarnya.
Akan tetapi, angka tersebut jauh lebih bagus ketimbang periode yang sama di tahun lalu mencapai 3,49 persen. Untuk laju inflasi tahun kalender Januari 2014- Juli 2014, sebesar 2,56 persen.
“Untuk Year on Year (YoY) sebesar 4,03 persen,” beber dia kepada Malang Post.
Dia menyebutkan, untuk delapan kota IHK di Jawa Timur semua mengalami inflasi. Paling tinggi di Kota Probolinggo, diikuti Sumenep, Kota Kediri, Kota Madiun dan selanjutnya Kota Malang. Terendah Banyuwangi dengan angka inflasi sebesar 0,24 persen.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga dan mempengaruhi inflasi yakni daging ayam ras, tarif listrik, telur ayam ras, kelapa, dan angkutan antar kota. “Komoditas tersebut yang tercatat bergejolak ketika jelang lebaran lalu,” tambahnya.
Dia menambahkan, untuk komoditas yang mengalami penurunan harga seperti angkutan udara, bawang putih, batu bata, bawang merah dan wortel. Bila dikelompokkan, sumbangan inflasi Juli 2014 dari kelompok bahan makanan sebesar 0,1621 persen. Makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,0601 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,0391 persen dan kelompok sandang sebesar 0,1073 persen. “Untuk transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,0470 persen.
Akan tetapi, inflasi yang dibukukan Kota Malang masih terhitung rendah ketimbang prediksi sebelumnya. Pasalnya, sempat muncul prediksi akan terjadi inflasi di atas 0,60 persen.
Manajer Humas Kantor Perwakilan BI (KPw BI) Malang, Edy Kristianto menyebutkan bila inflasi di Jatim menunjukkan dampak kenaikan BBM tepat setahun lalu sudah tidak terasa lagi.
“YoY sudah sebesar 4+- 1 (empat plus minus satu) persen,” tegas dia.
Sementara itu, untuk inflasi di Jawa Timur tercatat sebesar 0,48 persen dengan IHK 112,47. Secara nasional, inflasi mencapai 0,93 persen dengan YoY sebesar 4,53 persen.(ley/ary)