Uniknya Asesoris Indian di Tatanka House

MALANG – Suku Indian di Benua Amerika memiliki ciri khas unik dan etnik melalui penampilan asesorisnya. Mulai dari gelang, kalung, tas, dan seruling seakan menjadi tanda, asal mereka yang berada di pinggiran hutan di negara-negara Amerika Selatan.
Suku Indian juga memiliki tanda, dari asesoris yang dikenakan tersebut sebagian besar bagian dari binatang atau tumbuhan. Baik itu gelang dari kulit sapi, hingga penghias kepada yang dipadukan dengan bulu burung hantu.
“Asesorisnya memang rata-rata dari bagian tubuh binatang,” ujar Sales Tatanka House Matos, Anita Effendi.
Tatanka House merupakan outlet yang menawarkan berbagai macam koleksi Indian tersebut. Kebetulan, sang pemilik merupakan pria asal Bolivia, sehingga paham sekali mengenai asesoris yang terkesan etnik dengan unsur serabutan tersebut.
“Inilah seni dari asesoris khas Indian. Buatan tangan dan menarik. Tetapi, di Benua Amerika sana memiliki arti tersendiri,” sebutnya.
Dia mencontohkan, sebuah gantungan perpaduan bentuk bulat dengan benang, ditambah bulu burung. Suku Indian menyebutnya dream catcher atau penangkal mimpi. Sehingga, benda tersebut diletakkan di atas dinding tempat tidur. Beberapa menjadi gantungan di mobil.
“Mereka menganggap sebagai penangkal bencana,” tegas Anita.
Untuk asesoris seperti gelang memang tidak memiliki arti lebih. Apalagi bagi orang di luar Suku Indian. Di Indonesia misalnya, gelang tersebut sebagai pemanis pergelangan tangan saja. Padahal, bahan dari gelang itu dari kulit kambing dan kulit sapi. Harganya pun dipatok mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 80 ribu.
Yang paling gampang dikenal dari asesoris Indian yakni tas, dengan rumbai-rumbai. Mulai dari ukuran kecil seukuran handphone, hingga ukuran besar. Kesan sobekan dan rumbai ini merupakan daya tarik bagi yang mengenakannya.
“Harganya mulai dari Rp 350 ribu bila ukuran medium,” terangnya.
Dia mengakui semua koleksi tersebut merupakan impor. Termasuk pula kostum ala Indian, yang dipatok dengan harga Rp 3,5 juta. Tetapi, bila ingin memilikinya, mesti pesan terlebih dulu. Untuk melengkapi suasana yang khas, musik etnik dengan dominasi suara seruling dari Phawak juga bisa dibeli dengan harga dibandrol Rp 100 ribu. (ley/oci)