Tampil Elegan dengan Aksesoris Putri Keraton

MALANG – Memilih aksesoris mewah tak harus dari yang berbahan emas. Anda bisa mulai melirik aksesoris dari bahan kuningan, tembaga dan perak. Bagi sebagian orang, perhiasan perak justru banyak dipilih untuk tampil elegan. Aksesoris logam berupa bross dan kalung banyak dipilih untuk menyempurnakan penampilan elegan wanita. Biasanya untuk mempercantik penampilan ketika berbusana adat seperti kebaya.
“Contohnya gelang dan cincin etnik yang senada berpadu dengan busana tradisional. Dulu, dari kalangan kerajaan biasa memadu padankan penampilan dengan asesoris,” ujar Owner Rita Collection Delfrita.
Dia menyebutkan, pada jaman dulu, aksesoris mewah tidak selalu dari bahan emas. Tetapi, asesoris berbahan kuningan, tembaga maupun perak menjadi pemanis ketika perempuan berpenampilan. Tidak hanya di Jawa, di daerah lain seperti Sumatra dan Sulawesi pun ada asesoris dari bahan ini.
Perempuan yang kerap disapa Rita ini menuturkan, bila dia menawarkan koleksi aksesoris dari bahan logam tersebut.
“Paling banyak memang bros, sebab lebih mudah untuk memadukannya dengan busana,” ungkapnya.
Menurut dia, bros dibuat dengan berbagai model. Ada yang khas Yogyakarta, Solo, Madura, hingga Medan. Tetapi, beberapa model juga sudah tampil modern dengan tambahan bebatuan atau manik-manik.  
“Ada yang menyebut Swarovski juga, tetapi harganya memang mahal,” beber dia kepada Malang Post.
Namun dia memastikan, model klasik ala putri keraton tidak kalah menjanjikan. Belum lagi, bila detil modelnya seperti daun atau mahkota. Rita menyebutkan, harga koleksi aksesoris tersebut dipatok mulai dari Rp 80 ribuan hingga Rp 700 ribuan.
“Semakin besar ukurannya semakin mahal. Selain itu, bila memilih bros yang lebih modern, tergantung bebatuan apa yang ada di dalamnya,” urai dia panjang lebar.
Saat ini, Rita Collection yang berasal dari Jakarta tersebut tengah mengikuti pameran di Matos untuk menggoda pengoleksi asesoris etnik berpadu modern di Kota Malang.
“Di MOG hampir berakhir, sekarang di Matos,” tandas dia. (ley/oci)