Pilpres Bisnis Otomotif

MALANG – Pasar otomotif periode Juli 2014 lalu mengalami kelesuan. Pabrikan mengalami penurunan sales di bulan yang berbarengan dengan pelaksanaan pemilu Pemilu Presiden tersebut.
Kepala Daihatsu Jolo Abadi Malang, AA Gede Wisnu Putra menuturkan, realisasi penjualan Daihatsu di Malang DSK (dan sekitarnya) mengalami penurunan. “Daihatsu hanya berhasil menjual 250 unit di bulan lalu,” tuturnya.
Menurut dia, angka tersebut menurun 50 unit dibanding periode Juni 2014. Pada bulan tersebut, Daihatsu berhasil menjual 300 unit kendaraan. “Pasar memang sepi, jadi penurunan sekitar 20 persen,” ujarnya.
Menurut dia, untuk Juli lalu sebenarnya pabrikan memiliki eskpetasi tinggi jelang pelaksanaan lebaran. Hal itu membuat target mencapai 350 unit. “Biasanya kebutuhan mobil meningkat dan target kami lebih tinggi. Tetapi hasilnya justru jauh, hampir semua pabrikan mengalami hal yang sama,” beber dia.
Wisnu mengakui, selain pilpres, agenda Tahun Ajaran Baru di dunia pendidikan juga membuat konsumen memilih untuk mengalokasikan dana untuk memenuhi kebutuhan biaya pendidikan anak.
“Konsumen memilih untuk menunda pembelian mobil dan mendahulukan kepentingan pendidikan anak-anak. Kondisi ini akhirnya berdampak pada penurunan penjualan,” tegasnya.
Sementara itu, Sales Head Nissan Indomobil Malang, Dani Widodo menyampaikan, penjualan Nissan juga tidak jauh berbeda. Penurunan sales hampir mencapai 20 persen. Pada Juli lalu, Nissan hanya mampu menjual kendaraan sebanyak 100 unit.
 “Di bulan Juni kami masih bisa menjual 120 unit. Tetapi bulan lalu justru turun, tidak seperti pada momen jelang lebaran 2013 lalu,” beber dia kepada Malang Post.
Menurutnya, momen lebaran ternyata turut menghambat orang untuk menetapkan pilihan membeli mobil. Alasannya, dana customer lebih banyak digunakan untuk berwisata atau mengunjungi keluarga dan kerabat di luar kota.
Faktor besar lain yang membuat sales menurun drastis yakni hari kerja pada Juli terbatas. Hal ini disebabkan banyaknya libur panjang. “Efektif kami hanya bisa berjualan selama 23 hari saja,” tambahnya.
Untuk bulan ini, Nissan belum berani mematok sales terlalu tinggi. Berkurangnya hari efektif juga masih berlaku, sebab diler baru beroperasi 4 Agustus lalu. Customer juga masih slow down pasca lebaran.
Sementara, Branch Manager Auto2000 Malang Sukun, Gde Arimbawa memberikan pernyataan senada. Penjualan mobil Toyota di Malang dan sekitarnya pada Juli memang naik 11 persen bila dibandingkan Juni 2014. Namun bila dibandingkan dengan target realisasi penjualan sebanyak 700 unit, maka pencapaian penjualan 650 unit dinilai masih jauh dari target. “Bulan ini target Toyota 700 unit, sama dengan Juli lalu,” tegas dia. (ley/fia)