Penjual Bendera Mulai Laris Manis

MALANG – Kurang dari sepekan peringatan Hari Kemerdekaan ke 69 Republik Indonesia, penjual bendera musiman mulai menuai berkahnya. Sebab, omzet harian sudah mulai meningkat, khususnya dalam kurun waktu sepekan terakhir.
Hal tersebut diakui oleh pedagang musiman yang berjualan di kawasan Jalan Tumenggung Suryo, Siti Aisyah. Dia menuturkan, bila dalam sepekan terakhir omzetnya mulai tinggi. “Antara Rp 1 juta sampai dengan Rp 2 juta. Sebelumnya masih sepi, di bawah Rp 1 juta, malahan di bawah Rp 500 ribu,” tuturnya.
Menurut dia, penjualan sempat tersendat berkat berdekatannya momen Agustus tahun ini dengan lebaran. Sehingga, pembeli masih menahan diri ketika awal bulan, dan berburu ketika sudah semakin dekat.
“Biasanya, orang memasang bendera kan sejak di awal bulan. Tetapi, tahun ini rata-rata masih pekan lalu,” ujar perempuan asal Bandung ini.
Akan tetapi, dia mengakui bila tahun ini peminat bendera lebih tinggi. Baik bendera merah putih, jenis umbul-umbul maupun backround. “Terutama untuk bendera background, yang dipasang di atap rumah dan kantor,” bebernya.
Menurutnya, bendera tersebut ditawarkan dengan harga relatif lebih mahal, di kisaran Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu. Panjangnya antara 7-10 meter. Sementara untuk jenis umbul-umbul mulai dari Rp 50 ribu dan bendera merah putih untuk tiang sekitar Rp 25-75 ribu, tergantung ukurannya.
Siti yang tahun ini berdagang dengan membawa serta anaknya yang masih duduk di bangku sekolah tersebut menyampaikan, peluang untuk meraup omzet masih bisa terjadi hingga 15 Agustus mendatang.
Sementara, Dadang pedagang yang berjualan di kawasan Jalan Hamid Rusdi Kota Malang menuturkan, bila jualan tahun ini lebih ramai. Dia bisa menjual mencapai Rp 3 juta dalam sehari. Selain bendera, tahun ini dagangannya juga ditambah dengan tiang bendera. Kenaikan mencapai 50 persen ketimbang pencapaian di tahun lalu,
“Tahun ini tiang bendera juga laris manis. Berdasarkan permintaan di tahun lalu yang jarang terpenuhi, sekarang ada tiang juga,” terangnya.
Dia mengakui, akan berdagang hingga detik terakhir jelang 17 Agustus, atau hingga 16 Agustus mendatang.(ley/ary)