IHSG dan Rupiah Perkasa

MALANG – Awal pekan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan dengan positif. IHSG berhasil menembus level 5.113 poin berkat menguatnya saham-saham unggulan.
“Hari perdagangan cukup positif. Indeks kembali melewati level 5.100 poin setelah seharian bergerak di zona hijau,” ujar Branch Manager SucorInvest Abdul Gani Malang, Kartono.
Dia menyebutkan, bila menghijaunya indeks dipengaruhi oleh membaiknya permasalahan konflik di luar negeri. Hal itu membuat pelaku pasar tidak khawatir lagi untuk kembali aktif di lantai bursa. “Berbeda dengan pekan lalu, banyak hal mempengaruhi pasar saham,” beber dia kepada Malang Post.
Pria asal Mojokerto ini menyampaikan, perdagangan kemarin IHSG langsung tampak perkasa dengan melaju 37 poin ketimbang hari sebelumnya yang ditutup pada level 5.053 poin.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan awal pekan dengan positif, naik 59 poin. Indeks kembali menembus level 5.100. “Indeks sektoral juga kompak menguat dan terbebas dari zona merah selama seharian,” sebut dia.
Dia menyampaikan, untuk penutupan perdagangan yang positif tersebut diikuti pula dengan indeks LQ45. Saham unggulan tersebut menanjak 13 poin.
Pria yang akrab disapa Nando ini mengakui, sengketa Pilpres yang masih berlangsung tidak terlalu mempengaruhi pasar saham. Pasalnya, perkembangan sengketa menunjukkan tanda yang kondusif dan tidak mengkhawatirkan pasar.
Terpisah, Sales Equity Agus Prayitno menyebutkan, meskipun trend awal pekan ini positif, lonjakan pada IHSG belum bisa terjadi. Dia memprediksi, bila IHSG akan bergerak di level 5.065 - 5.190 poin. “Masih berat untuk bisa naik di atas level 5.200 poin, kecuali ada kejutan dari perkembangan ekonomi maupun hal lainnya,” sebut dia.
Beberapa saham rekomendasi menunjukkan taji. Misalnya Unilever (UNVR) naik ke posisi Rp 31.250 dan Matahari (LPFF) ke posisi Rp 53.975 per lembar saham. “Saham ini menguat setelah meraup sukses pada momen lebaran lalu, sehingga daya tariknya tinggi dan masih bisa berlanjut menjadi saham recommended di pekan ini,” papar dia panjang lebar.
Sementara nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pula ke posisi Rp 11.680 per dolar AS, bila dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 11.780 per dolar AS.(ley/ary)