Edukasi Gairahkan Bisnis Asuransi

MALANG – Jasa asuransi menawarkan beragam pilihan layanan, namun sayang masyarakat masih enggan memanfaatkannya. Menurut Direktur Marketing Pan Pacific Insurance Indonesia  Cunyono Lijanto, beragam pilihan asuransi sudah sepatutnya dimanfaatkan masyarakat dari berbagai kalangan. Kecenderungan yang ada kini justru dari kelas menengah ke atas yang sadar berasuransi.

"Orang kaya justru lebih sadar untuk menjaminkan diri, kendaraan dan pendidikan. Atau jaminan hari tua dengan dicover asuransi. Karena itu edukasi penting bagi kalangan menengah ke bawah,"paparnya panjang lebar.

Dia mencontohkan sebagai bukti kesadaran kalangan menengah ke atas akan coveran asuransi. Di Pan Pacific, tahun lalu berhasil menghimpun Premi mencapai Rp 380 miliar. Jumlah ini, 60 persen diantaranya untuk cover kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
"Itu bukti orang peduli untuk menjamin kendaraannya," tegas dia.

Pan Pacific Insurance kini juga tengah menjajal pasar di Malang dengan mengusung target Rp 3 miliar hingga empat bulan ke depan.
Rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengikuti asuransi menurut Manager Prugolden Prudential Surya Saputro Hardjo Ali, dikarenakan pemahaman yang rendah akan pentingnya jaminan asuransi. Baik untuk asuransi jiwa, properti maupun kendaraan, jaminan melalui asuransi memang tidak bisa dirasakan fungsinya sesaat setelah mengikutinya.
"Terkadang, masyarakat tidak menyadari pentingnya asuransi untuk hari depan. Mereka berpikirnya hanya hari ini," tuturnya.

Dia mengakui, untuk asuransi jiwa seperti di Prudential fungsi proteksi untuk menjamin keadaan di depan sering diremehkan.
"Sering ada penolakan karena masyarakat kurang sadar,"terangnya.

Menurutnya, layaknya ban serep ketika berkendara. Begitulah pentingnya asuransi. Ketika roda kendaraan terlihat sehat, ban serep tetap disertakan. Sebab tidak ada yang mengetahui jika tiba-tiba bocor di saat genting.

"Banyak yang sadar ketika sudah sakit atau terkena musibah. Coba sudah paham dari awal, pasti akan merasakan keuntungan," papar dia panjang lebar.

Dia menuturkan, pemikiran awam justru merasa kehilangan dana dengan mengikuti asuransi. Padahal, hal itu justru sebuah investasi yang tidak bisa hilang, kecuali asuransinya bermasalah. (ley/oci)