Jaring Investor Baru di Investor Summit

MALANG – Hari ini Bursa Efek Indonesia (BEI) Surabaya menyelenggarakan Investor Summit and Capital Market Expo (ISCME) di Grand City Mall and Convex Surabaya. Dalam acara yang mengumpulkan investor dan emiten di pasar saham tersebut, BEI menargetkan 20 persen investor baru dari pengunjung yang hadir di acara yang juga berlangsung di Jakarta tersebut.
Kepala Unit Edukasi dan Informasi Area II BEI, Nur Harjantie menyampaikan, kegiatan Investor Summit ini berlangsung dua hari hingga besok (21/8). Untuk tahun ini, ISCME mengambil tema Investasi di Pasar Modal Sebagai Gaya Hidup Untuk Masa Depan Lebih Baik.
“Even seperti ini menargetkan masyarakat yang menjadi peserta bisa paham tentang pasar modal. Apalagi yang tertarik untuk terjun di dalamnya,” ujarnya.
Menurut dia, target pengunjung sekitar 1.000 orang per hari. Dari target dia meyakini akan ada 20 persen yang akhirnya akan menjadi investor. Hal ini berdasarkan perkembangan pasar saham akhir-akhir ini.
Dia mengungkapkan, saat ini pemahaman masyarakat terhadap investasi sudah mulai berkembang. Tingkat pertumbuhan investor baru yang naik 10-15 persen, termasuk investor dari kalangan pendidikan kampus, baik mahasiswa maupun dosen.
“Sekitar seperempat persen dari kalangan kampus. Setelah setahun ini coba BEI memaksimalkan sosialisasi, dari kalangan pendidikan mulai memikirkan target jangka panjang,” papar dia kepada Malang Post.
Menurutnya, ISCME yang terbuka untuk calon investor ini menjadi jalan untuk menghadapi target pertumbuhan investor di tahun depan. Nunung, sapaan akrabnya menyebutkan, 2015 mendatang BEI mematok satu juta investor baru yang mulai berinvestasi melalui pasar modal. Adapun hingga Juli 2014 tercatat ada 42.124 single identification (SID) investor di Jawa Timur, dengan jumlah 35 emiten. Secara nasional tercatat ada sekitar 500.000 SID.
Pada kegiatan ISCME rencananya akan ada 18 emiten yang akan melakukan presentasi di antaranya seperti PT Gudang Garam Tbk, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Masih ada lagi PT Nippon Indosari Corprindo Tbk, PT Harum Energy Tbk, dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.
Peserta Investor Summit meliputi investor domestik maupun asing, para akademisi, profesional eksekutif dan umum. Sedangkan peserta Capital Market Expo akan diikuti oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), emiten, perusahaan sekuritas anggota bursa, perusahaan penasihat modal, dan media.
Sementara itu, Marketing Manager Reliance Securities Malang, Venus Kusumawardhana menyebutkan, bila dari Malang Reliance akan membawa beberapa nasabah. “Terutama mereka yang intens dan melihat perkembangan. Apalagi, ada beberapa emiten yang akan melakukan presentasi dan berusaha menjelaskan pengenai saham mereka secara lebih detail,” sebutnya.
Dia mengakui, efek secara umum untuk ISCME ini adalah memberi wawasan kepada masyarakat luas. Sebab, menurut dia, biasanya yang masih bingung dari emiten mana yang akan dipilih untuk dibeli sahamnya, setelah ada pemaparan dipastikan muncul wawasan. “Sehingga lebih yakin ketika hendak berinvestasi,” tegas dia.
Sementara, untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin (19/8) mampu bertahan di zona hijau. Meskipun tipis, terjadi kenaikan 8,41 poin ke level 5.165 poin. Masih belum bisa menembus level 5200, yang diprediksi akan terjadi di bulan ini.
“Psikologis perdagangan bisa mengarahkan IHSG ke level itu. Akan tetapi, hari ini mentok di level 5.178 poin, dua hari sebelum keputusan tentang sengketa Pilpres,” ujar Branch Manager SucorInvest Abdul Gani Malang, Kartono.
Dia menyebutkan, koreksi pada saham consumer good dan pertambangan menghambat laju perdagangan. Menurutnya, untuk hari ini dan besok, IHSG masih berpeluang naik, dan melewati level sesuai prediksi. “Bisa di atas 5.180 poin untuk dua hari ke depan,” tandasnya.
Sedangkan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah tipis di posisi Rp 11.675 per dolar AS, bila dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan Senin (18/8) lalu di Rp 11.670 per dolar AS. (ley/fia)