Chevrolet Kejar Penjualan 250 Unit Sampai Akhir Tahun

MALANG – Otomotif roda empat mengalami perlambatan penjualan hingga akhir Juli lalu. Tak terkecuali hal itu dialami oleh PT Smart Mulia Abadi, Authorized Dealer Chevrolet di Malang. Perolehan semester pertama yang tak terlalu menggembirakan  coba disiasati pabrikan otomotif Amerika tersebut dengan mengintensifkan penjualan di sisa semester kedua dengan emmasang target penjualan sebanyak 50 unit per bulan.
 “Secara keseluruhan, untuk tahun 2014 ini penjualan hanya maksimal di bulan Januari dan Februari. Pada masa itu, masih banyak yang menggunakan promo akhir tahun, yang membuat angka penjualan tinggi,” ujar Branch Manager Chevrolet Malang, Arif Cahyono.
Dia menuturkan, bila di tahun ini Chevrolet menargetkan penjualan rata-rata sebanyak 45 unit per bulan. Tetapi, untuk dua bulan terakhir target tersebut sulit dipenuhi. Pasalnya, seperti Juni-Juli lalu, sales hanya menembus angka 25 unit per bulannya.
“Memang tahun ini secara makro ekonomi juga kurang bertumbuh secara maksimal. Dua bulan jelang pemilihan presiden atau setelah pileg, sales otomotif sangat lesu,” beber dia kepada Malang Post.
Pria yang akrab disapa Cahyo ini menuturkan, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, bulan Juli terjadi penurunan sales sebesar 25 persen. Padahal, target di awal tahun justru mematok pertumbuhan yang besar menjelang lebaran.
Dia menyebutkan, melemahnya sales akan ditebus selama lima bulan ke depan. Cahyo optimis untuk menggapainya, bila dilihat perkembangan pasca lebaran ini. “Trend meningkat terasa ketika sudah banyak Surat Permohonan Kendaraan (SPK) dan prospek bertambah,” paparnya.
Hal itu tak terlepas dengan intensifnya Chevrolet mengikuti pameran di pusat perbelanjaan seperti Matos dan MOG. Sementara, moving promotion juga berlangsung hingga ke Kediri, Madiun dan Jember. “Target untuk lima bulan ke depan harus bisa menjual 250 unit,” imbuh dia.
Untuk saat ini, Chevrolet masih mengandalkan varian Spin yang memiliki dua pilihan bahan bakar, yakni bensin dan solar. Spin menyumbang 80 persen sales Chevrolet, dan sisanya dibagi antara Captiva dan Aveo.
Menurutnya, Spin menjadi backbone karena faktor harga. Di antara kompetitor kendaraan Multi Purpose Vehicle (MPV), Spin harganya sangat terjangkau. Patokan harga dimulai dari Rp 158 juta hingga Rp 217 juta. “Yang Rp 158 juta justru menggunakan bahan bakar bensin, dan menjadi favorit customer,” tegas Cahyo.
Di samping itu, Chevrolet juga memiliki penawaran angsuran yang sesuai dengan selera customer. Mulai tenor tiga hingga tujuh tahun. Menurut dia, angsuran bisa mulai dari Rp 2 jutaan dengan uang muka 30 persen.
“Tetapi yang paling disukai oleh customer justru 3-5 tahun, dengan kisaran angsuran antara Rp 3-4 juta per bulan,” tukasnya. (ley/fia)