Kerjasama Tingkatkan Omzet Bisnis Wisata

MALANG –  Geliat perkembangan pariwisata di wilayah Malang Raya semakin kentara beberapa tahun terakhir. Hal itu berdampak pada melesatnya kunjungan ke beberapa objek wisata, baik alam, sejarah maupun buatan yang berada di wilayah Malang Raya. Menyiasati hal tersebut, pelaku bisnis wisata pun saling bekerjasama, seperti tour and travel yang akhirnya menggandeng hotel, tempat wisata dan pusat oleh-oleh untuk memanjakan wisatawan dan memperoleh omzet yang maksimal.
Owner Verona Tours Adventure and Outdoor Activity, Roni Arisdiono menyampaikan, bila dalam dua tahun terakhir minat wisatawan melesat. “Tidak lagi ke Gunung Bromo dan Gunung Semeru, kini wisatawan mulai mengenal objek alam di Kabupaten Malang,” ujarnya.
Menurutnya, permintaan ke dua gunung tersebut memang masih tetap paling tinggi. Bahkan, pasca film 5cm lalu, permintaan hantaran ke akses paling dekat menuju Gunung Semeru juga semakin tinggi. Liburan kali ini saja, sangat banyak pendaki yang ke sana. Dari luar kota seperti Jakarta dan Bandung, tertarik untuk mendaki Semeru.
Sementara, untuk Juli-Agustus ini, permintaan melesat dua kali lipat ketimbang periode yang sama tahun lalu untuk tujuan wisata ke Gunung Bromo. Hingga pertengahan Agustus ini, Verona Tours telah membawa 80 wisatawan yang menuju gunung yang memiliki bukit Teletubies tersebut.
“Tetapi, wilayah Malang Selatan seperti Pantai Goa Cina dan Lenggoksono juga sudah mulai dikenal. Ada beberapa rombongan yang ke sana, seperti dari Batam dan Jakarta,” urainya.
Selain itu, dalam paket promonya juga menawarkan perjalanan ke Kota Wisata Batu. Tetapi, pilihan kesana terbatas pada wisatawan yang datang bersama keluarga.
Roni menyebutkan, Verona kini menjalin kerjasama dengan beberapa hotel di Kota Malang untuk melayani permintaan perjalanan wisata. Misalnya Amaris, ibis Styles dan beberapa hotel berbintang lainnya.  
“Kami memiliki paket wisata ke Bromo misalnya, dengan harga mulai Rp 2 juta sudah lengkap. Lebih mahal memang, karena sasaran kami wisatawan menengah ke atas,” terang dia.
Verona juga menggandeng pusat oleh-oleh seperti Sananjaya. Menurutnya, ada kerjasama saling menguntungkan, selain turut menyumbang peningkatan kunjungan wisatawan yang datang ke Malang.
“Penawaran yang lengkap juga lebih memudahkan tipe wisatawan yang enggan repot lagi ketika sudah berada di Malang. Mereka rata-rata hanya memiliki waktu singkat untuk berlibur,” papar dia panjang lebar.
Pria bertubuh bongsor ini menjelaskan, sekalipun tahun ini terjadi peningkatan biaya untuk masuk ke beberapa tempat wisata, terbukti tidak mengurangi minat wisatawan. Misalnya ke Bromo yang telah mengalami kenaikan di tahun ini.
Terpisah, Manajer Operasional Sananjaya, Machmud Ariad mengakui, bila pasca bekerjasama dengan biro wisata tersebut, memang terasa peningkatan salesnya. Menurut dia, secara rata-rata enam bulan terakhir, meningkat sekitar 40 persen di saat bulan normal.
“Kalau pas ramai seperti ini, ya bisa menembus 100 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ketika belum ada kerjasama,” terangnya.
Bahkan, dalam sehari omzet bisa menembus di atas Rp 10 juta. Seperti sepekan terakhir, omzet naik pesat, karena beberapa wisatawan dari dua biro wisata seperti Verona dan Desa Wisata Gubugklakah selalu membawa tamunya untuk singgah di Sananjaya.
Menurut Machmud, dengan adanya kerjasama tersebut, juga mengurangi resiko low season bagi pusat oleh-oleh. Sebab, untuk wisatawan ke Bromo maupun Semeru seakan tidak ada matinya, kecuali sedang ditutup.
“Sekarang ke Kabupaten Malang dan Kota Batu dengan wahana wisata yang lengkap, juga semakin berpengaruh. Kota Malang tetap jujukan untuk berburu oleh-oleh,” tandasnya. (ley/fia)