Aksi Borong Emas Batangan Tembus Rp 3,01 Miliar

MALANG – PT Pegadaian mencatatkan penjualan logam mulia (emas batangan) sebesar Rp 3,01 miliar hingga akhir Juli 2014 lalu. Hasil tersebut didapatkan dengan dua model penawaran pembelian, yakni pembelian secara perseorangan dan pembelian dengan kelompok (arisan). Hal tersebut dijelaskan Manager Pegadaian Area Malang Bambang Munirianto, kemarin.
Menurut dia, dari keseluruhan omzet di tahun ini untuk pembelian mulia perseorangan sebesar Rp 1,220 miliar. Sementara, untuk omzet mulia arisan yang diberi nama Mulia Baru sebesar Rp 1,227 miliar.
“Untuk model pembelian secara kelompok atau arisan kini sedang naik daun. Di beberapa Kantor Unit di Kota Malang, lebih tinggi omzetnya ketimbang omzet mulia dari perseorangan,” ujar Bambang Munirianto kepada Malang Post.
“Selisih hanya tipis. Tetapi bila dilihat dari antusiasme dan penawaran yang baru, Mulia Baru ini menjanjikan,” imuh dia.
Bambang menyampaikan, dari total omzet mulia, sumbangsih dari penjualan secara angsuran sebesar Rp 2,44 miliar dan secara tunai mencapai Rp 569,44 juta. Untuk pecahan mulia dengan berat 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, 100 gram, 250 gram dan 1 kg.
Dia mencontohkan untuk Kantor Unit Malang Ade Irma misalnya, penjualan Mulia Baru lebih diminati. Total, hingga akhir Juli lalu mencapai Rp 262,52 juta, melebihi penjualan untuk perseorangan sebesar Rp 159 juta. “Termasuk omzet paling tinggi dari seluruh Kantor Uni di Area Malang,” tambahnya.
Pria ramah ini menyampaikan, untuk Kantor Unit Syariah pun tercatat tinggi omzetnya, mencapai Rp 183,95 juta. Untuk daerah luar kota, Blitar termasuk tinggi dengan total omzet Mulia Baru sebesar Rp 228,5 juta.
Pegadaian Area Malang membawahi 11 Kantor Unit di Malang dan Blitar. Meliputi Kotalama, Sawojajar, Turen, Kepanjen, Malang Ade Irma, Singosari, Malang Rampal, Malang Blimbing, Blitar, Tlogomas dan Syariah.
Sementara itu, terkait dengan tata cara untuk menjadi nasabah yang akan membeli dalam kategori Mulia Baru, dengan mendaftarkan kelompok arisan yang beranggotakan minimal enam orang. Kelompok arisan juga menyerahkan uang muka antara 10 - 15 persen dari nilai logam mulia yang diinginkan.
Keunggulan pembelian emas melalui arisan, baik pembeli awal maupun akhir di satu kelompok tetap mendapatkan jaminan harga yang sama ketika pembelian di awal.
"Jadi cukup memakai harga emas dipembelian awal, meskipun ketika harga emas naik, kelompok tetap mendapatkan harga sesuai di pembelian awal,” papar dia panjang lebar.
Dia menuturkan, hingga akhir tahun mendatang, minat nasabah dipastikan bertambah dengan kemudahan yang ditawarkan Pegadaian tersebut.
Bambang menambahkan, Pegadaian beberapa waktu lalu juga menyosialisasikan ke beberapa tempat. Seperti di sekolah, kelompok pertemuan di Permata Jingga dan di area yang ramai, seperti Pasar Bululawang. “Dengan membawa mobil Simolek dari Otoritas Jasa Keuangan, kami mengenalkan produk pembelian mulia ini,” tandasnya.(ley/ary)