Pengguna Layanan Data Tinggi, Smartfren Bidik Malang

BATU- Malang Raya menjadi salah satu kawasan pilihan Smartfren membangun jaringan LTE. Hal ini kemarin dikatakan oleh Head Of Network Smartfren Munir Syahda Prabowo disela-sela kegiatan Network Test Drive di Batu Secreet Zoo kemarin.
Kepada Malang Post, Munir menuturkan, wilayah Malang masuk dalam 10 kota pilihan yang menjadi target pengembangan teknologi akhir telekomunikasi tersebut.  "Pertimbangannya adalah Malang memiliki kontribusi yang baik untuk penggunaan data Di Jawa Timur, Malang  berada di peringkat ke dua setelah Surabaya untuk pemakaian data. Sehingga sudah pasti kami memasukkan dalam daftar perencanaan pengembangan jaringan," katanya.
Namun begitu, Munir mengatakan jika pembangunan BTS dengan teknologi LTE ini setelah Jakarta dan Surabaya. "Yang pasti sekarang masih persiapan. Karena untuk pengambangan jaringan juga butuh biaya besar sehingga tidak bisa langsung," urainya.
Sementara itu Head Of  Corporate Brand and Marketing Smartfren Roberto Saputra menguraikan, saat ini pihaknya sudah melakukan persiapan. Ada tiga persiapan yang dilakukan, yakni dana, infrastruktur, dan handset.
“Teknologi  terus berkembang, sebagai operator kami pun wajib mengikuti untuk memberikan layanan terbaik kepada pelanggan. Tapi begitu dana untuk pengembangan ini juga tidak sedikit, sehingga kami pun tidak bisa langsung melakukannya secara merata," urainya.
Roberto pun merinci, pihaknya akan membangun sekitar 800 jaringan atau BTS baru di seluruh Indonesia. Dan satu jaringan atau BTS dibutuhkan dana antara Rp 2-3 miliar. Sementara persiapan lainnya seperti handset, Roberto juga masih melakukan penjajakan pada vendor-vendor untuk perangkat yang mendukung jaringan LTE. Dia mengatakan, selama ini banyak vendor yang menawarkan handset  support dengan jaringan LTE tapi harganya sangat tinggi. Sedangkan sedari awal, Smartfren selalu mencari perangkat dengan harga yang low. Dengan begitu, jaringan LTE ini bisa diterapkan dan digunakan dengan nyaman.
"Kalau handsetnya harganya mahal, kan banyak orang tidak mau, dan enggan menggunakan. Lalu untuk apa ada pengembangan jaringan. Kami berjanji, tetap menyediakan handset dengan harga relatif terjangkau agar masyarakat bisa membeli dan menikmati jaringan kami," tandasnya.
Sementara kegiatan Network Test Drive yang diikuti wartawan nasional dan regional kemarin dimulai dari tempat Wisata Coban Rondo. Dalam kegiatan tersebut, tim dari Smartfren ingin menunjukkan bahwa jaringan mereka adalah yang terbaik.
"Kecuali di Cuban Rondo, kami memang tidak memberikan jaringan, karena okupansinya kecil. Tapi kami tetap memantau, jika memang pengunjungnya terus meningkat, kami akan membangun kembali jaringan tersebut," kata Munir.
Namun begitu, kondisi berbeda dirasakan setelah sampai di Jatim Park II atau Batu Secreet Zoo. Jaringan Smartfren di tempat ini betul-betul full. Saat Malang Post melakukan browsing dan chatting sama sekali tidak merasakan kendala. Network Tes Drive ini berakhir di Museum Angkut. Di tempat wisata ini jaringan Smartfren juga sangat oke.
"Kita ingin buktikan saja, bahwa untuk Jaringan dan layanan data, kami tetap yang terbaik," tandas Munir.(vik/oci)