Genjot KPR, BNI Syariah Hapus Biaya Administrasi

MALANG – Kebutuhan akan hunian tiap tahun terus meningkat. Perbankan pun berlomba memberikan penawaran kredit pemilikan rumah  yang menarik dan menguntungkan. Tak terkecuali BNI Syariah, yang memberikan program kebebasan bagi nasabahnya.
BNI Syariah bisa menjadi jujukan bagi yang hendak mengajukan kredit untuk rumah. Beberapa fasilitas yang diberikan seperti bebas biaya administrasi, bebas provisi dan bebas appraisal dengan nama Griya iB Hasanah.
“Dalam Griya iB Hasanah, nasabah akan merasakan kelebihan yang kami berikan ketimbang bank lain,” ujar Sales Officer BNI Syariah Malang, Rizqon Nasrullah.
Menurut dia, program yang berlaku sejak awal tahun 2014 tersebut memberikan keringanan biaya dalam proses kepemilikan hunian bagi masyarakat.
“Di mana mana, bank pasti mengenakan biaya administrasi. Namum kami menghilangkan persyaratan itu, sehingga masyrakat hanya fokus pada pembayaran biaya KPR bulanan di bank," jelasnya.
Bebas biaya provisi berarti nasabah terbebas dari sejumlah uang yang wajib dibayar kepada Bank sebagai balas jasa untuk pemberian garansi bank. “Biasanya sebesar satu persen dari total pembiayaan. Bila pembiayaan Rp 500 juta, provisinya Rp 5 juta,” beber dia kepada Malang Post.
Keunggulan lain yakni selama masa pembiayaan, besarnya angsuran akan tetap hingga lunas dan jangka waktu pembiayaan maksimal 15 tahun. Pembayaran angsuran juga bisa langsung auto debet dengan maksimum pembiayaan maksimal mencapai Rp 5 miliar.
Dia mencontohkan, bila nasabah ingin membeli rumah dengan harga Rp 250 juta. Jumlah KPR bisa mencapai 90 persen atau sebesar Rp 225 juta. Maka, bila nasabah mengambil jangka waktu 15 tahun, maka angsuran per bulan sebesar Rp 3,125 juta. Angka tersebut didapatkan dengan perhitungan besaran pinjaman dikalikan margin 10 persen dikalikan dengan 15 tahun. “Coba di tempat lain, pasti lebih tinggi lagi dari kami,” godanya.
Griya iB Hasanah ini bisa juga dikenakan untuk keperluan kredit rumah second, kredit pembangunan rumah maupun ruko dan apartemen. “Tidak ada batasan bentuk impian hunian dalam menggunakan fasilitas kami,” pungkas dia. (ley/oci)