Elpiji 12 Kg Naik, Pertamina Tekan Kerugian Rp 425 Miliar

JAKARTA - PT Pertamina telah resmi menaikkan harga elpiji 12 kg mulai hari ini, Rabu (10/9) sebesar Rp 1.500 per kg atau Rp 18 ribu per tabung. Dengan adanya penyesuaian harga ini, Pertamina berharap dapat menekan kerugian bisnis elpiji 12 kg di tahun ini sebesar Rp 452 miliar.
"Diharapkan bisa menjadi Rp 5,7 triliun dari prognosa semula Rp 6,1 triliun dengan proyeksi tingkat konsumsi elpiji 12 kg mencapai 907.000 metric ton," ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya dalam jumpa pers di kantornya.
Kerugian tersebut, kata Hanung masih melebihi proyeksi RKAP 2014 sebesar Rp 5,4 triliun yang dipatok pada asumsi CP Aramco sebesar US $ 833 per metric ton dan kurs Rp 10.500 per dolar
Karenanya, lanjut Hanung, Pertamina juga telah menyampaikan kembali roadmap penyesuaian harga elpiji 12 kg secara berkala dalam rapat koordinasi dengan pemerintah, di mana penyesuaian tersebut dapat dilakukan secara otomotis setiap enam bulan hingga mencapai harga keekonomian di tahun 2016.
Nah, untuk menjamin kelancaran pasokan kepada konsumen, Pertamina memastikan ketersediaan suplai elpiji di masyarakat aman, untuk Elpiji 12 kg maupun elpiji 3 kg.
"Kami akan meningkatkan stok elpiji, di mana status hari ini dalam kondisi aman di atas 16 hari. Pertamina juga melakukan optimalisasi jakur distribusi elpiji melalui SPBU dan juga modern outlet," serunya.
Selain itu, Pertamina juga melakukan monitoring distribusi elpiji 3 kg sampai pangkalan dengan aplikasi SIMOL3K (Sistem Monitoring Penyaluran Elpiji 3kg). Dalam menyonsong penyesuaian harga ini, Pertamina juga telah melakukan sosialisasi kepada stakeholder dan pengguna elpiji secara berkala. (jpnn/oci)