Mentan: Lahan Produktif Marak Dikonversi, Krisis Pangan di Depan Mata

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mencemaskan maraknya konversi lahan produktif menjadi bangunan. Jika itu terus terjadi ancaman krisis pangan ada di depan mata.

"Lahan produksi kita terancam, ancaman pangan didepan mata kalau konversi lahan produktif ini tidak terkendali," ujar Suswono di Kantor KADIN, Jakarta, Rabu (10/9/14).

Suswono menuturkan, berdasarkan fakta dilapangan terjadi paling tidak 100.000 hektar lahan produktif dikonversi per tahun, sementara kemampuan mencetak sawah per tahun kata dia cuma 40.000 hektar.

Hal tersebut dinilai bisa menyebabkan terjadinya defisit lahan produktif. Oleh karena itu, pemerintah harus tetap menguasi lahan-lahan produktif tanpa harus mengalihkan hak atas tanah kepada perusahaan maupun petani. Namun, para petani harus diberikan akses mengolah lahan tersebut dengan hanya di berikan hak guna usaha.

"Rakyat itu tidak perlu dalam pengertian diberi lahan atau sertifikat yang itu akan terjadi fragmentasi lagi. Begitu orang tuanya meninggal pasti akan dibagi-bagi lagi ke anaknya kan, artinya pasti akan semakin sempit, dan itu tidak menyelesaikan masalah," kata Suswono. (kps/oci)