UMKM Kuat, Malang Bisa Jadi Pusat Ekonomi Jatim

MALANG - Potensi industri kreatif di Malang jika dikelola dengan serius melalui sinergi antara pemerintah, swasta dan pelaku UMKM bukan tidak mungkin membuat Malang ini menjadi pusat perekonomian di Jawa Timur.
Hal tersebut diungkapkan Deputi Menteri Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, Emilia Suhaimi disela-sela pembukaan pameran Ikatan Pemberdayaan Pedagang Kecil Indonesia (IPPKINDO) di Taman Krida Budaya Jawa Timur kemarin, (10/9).
Potensi tersebut, lanjut  Emilia, terlihat dibanyak sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, hingga pariwisata. Produk-produk unggulan dikenal masyarakat luas seperti keju Malang, kreasi bordir, perabotan berbasis kayu hingga minuman sari toga.
"Di Malang juga tercatat memiliki 60 pabrik rokok. Di dalamnya terdapat Bentoel yang merupakan perusahaan rokok nasional terbesar keempat," urai dia.
Produk-produk eksport dari Malang juga banyak yang mendunia, diantaranya udang beku, sayur kaleng, kantong plastik, sepatu kulit, etanol, hingga berbagai alat kesehatan.
"Sektor UMKM memiliki kekuatan yang luar biasa. Di Indonesia, tenaga kerja sektor ini mendominasi sebesar 96 persen. Sumbangsih terhadap pendapatan domestik bruto mencapai lebih dari 60 persen," rincinya.
Tingginya kontribusi UMKM terhadap perekonomian bangsa tersebut, lanjut Emilia, harus dijaga dengan cara meningkatkan kualitas para pelakunya. Ia mengakui, pelaku UMKM di Indonesia memiliki kelemahan yang harus segera dibenahi mengingat pada akhir 2015 Kebijakan AFTA mulai diberlakukan.
"Ada tiga kelemahan yang harus dibenahi dari pelaku UMKM, yaitu permodalan, kompetensi, dan pemasaran," kata dia.
Untuk meminimalisir celah-celah kelemahan UMKM, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, diantaranya menggencarkan pelatihan, pendampingan, pendidikan, dan bantuan untuk akses pasar ke luar negeri. Menggencarkan pameran baik skala nasional maupun internasional menurut Emilia adalah langkah efektif untuk memperluas pasar UMKM.
"Memperbanyak pelatihan seperti membuat kemasan produk yang lebih menarik, cara membaca pasar, hingga pembukuan sederhana," tukas dia.
Sementara itu, pada pameran IKKPINDO yang akan digelar hingga 14 September mendatang, ada sekitar 100 stand kerajinan dari berbagai daerah, mulai dari Lombok, Kalimantan, Jakarta, Surabaya hingga Bojonegoro. Pameran tersebut setiap hari akan dibuka mulai pukul 10.00 pagi hingga 10.00 malam. (fia)