Manjakan Mahasiswa Geber Diskon 40 Persen

MALANG – Dimulainya tahun ajaran baru di perguruan tinggi dimanfaatkan oleh toko buku untuk memberikan penawaran menarik. Tak terkecuali Gramedia Matos yang memanjakan customernya dengan menggelar program promo diskon mencapai 40 persen.
Promo tersebut bertajuk Gramedia Back to Campus, yang berlangsung sejak pekan lalu. “Periodenya antara 5 September sampai 20 Oktober 2014. Tetapi, kami menambahnya dengan bazaar di Entrance Hall Matos,” ujar Supervisor Gramedia Matos, Jimmy.
Dia menyebutkan, khusus untuk bazar akan berakhir pekan ini. Promo tersebut memberikan tambahan diskon bagi pengunjung. Beberapa pilihan buku bisa turun mencapai 70 persen, dan tidak jarang dibandrol dengan special price.
“Promo akan berakhir 14 September dan sudah berlangsung sejaka awal bulan. Harganya malah lebih hancur lagi,” papar dia panjang lebar.
Jimmy menyampaikan, bila momen tahun ajaran baru bagi mahasiswa dimanfaatkan oleh Gramedia. Sebab, dengan harga yang lebih terjangkau, baik buku maupun peralatan tulis menulis di tempatnya menjadi alternatif untuk berburu. “Apalagi ketika ada bandrol diskon, tidak bisa dipungkiri customer menyukai hal itu,” beber dia kepada Malang Post.
Dia mencontohkan, untuk peralatan tulis yang paling banyak ditawarkan berupa binder clip atau booknote. Selain itu, buku tulis juga ada beberapa yang ditawarkan dengan harga lebih murah.
Untuk koleksi lain, dia menyebutkan bila buku lifestyle merupakan koleksi favorit. Beberapa dibandrol mulai dari Rp 10 ribu. Seperti dari Penerbit Serambi dan Agromedia Grup. Sedangkan penerbit Solusi menawarkan harga buku seperti Investasi Syariah, Kopi Luwak dan Twitter dengan bandrol Rp 15 ribu.
“Tetapi banyak Korean Series yang menjadi favorit. Ceritanya soft dan tidak terlalu panjang digemari oleh mahasiswa untuk menghibur kesibukannya,” tambah Jimmy.
Di samping itu, koleksi dongeng juga masih diburu oleh customer. Alasannya, bila normal buku dongeng untuk anak tersebut dibandrol di atas Rp 100 ribuan, kini tersisa mulai dari Rp 25 ribuan. (ley/oci)