Minyak Tanah Over Produksi

JAKARTA-PT Pertamina memperkirakan penyaluran minyak tanah, atau kerosin akan jebol. Hal itu disebabkan lamanya realisasi konversi minyak tanah ke elpiji 3 kilogram oleh pemerintah.
"Penyaluran minyak tanah hingga akhir tahun ini diperkirakan over 21.295 kiloliter (KL)," kata Vice President Distribution Fuel and Marketing Pertamina, Suhartoko, ketika rapat dengan Komisi VII di DPR, Jakarta, kemarin.
Suhartoko mengungkapkan, penyebabnya adalah tidak terealisasinya pelaksanaan konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg tahun ini tepat waktu. Adapun konversi ini direncanakan dilakukan di 11 provinsi di daerah Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM No. 2550 K/10/MEM/2013 tanggal 5 Mei 2014.
"Kebijakan itu belum terealisasi, karena pencacahan survei kementerian belum tuntas. Akibatnya, ada over minyak tanah 2,4 persen," kata dia.
Kondisi ini menyebabkan daerah-daerah yang ditargetkan mendapatkan paket elpiji 3 kg, masih menggunakan minyak tanah.
Menurut data perusahaan pelat merah itu, dalam APBNP 2014, jatah kerosin dipatok 900 ribu KL. Realisasinya hingga 31 Agustus 2014 mencapai 619,13 ribu KL.
Hingga akhir 2014, Pertamina memperkirakan konsumsi minyak tanah mencapai 921,29 ribu KL. Jumlah ini, lebih 2,4 persen dari jatah dalam APBNP 2014. Karena itu, Pertamina memperkirakan jatah minyak tanah akan ludes pada pekan ketiga Desember 2014, yaitu 22 Desember 2014.(dk/ary)