Fashion Item Rajut Besar Makin Populer

MALANG – Fashion dengan model rajut, beberapa waktu belakangan semakin menjamur, baik untuk blouse, bolero, hingga dress. Bila sebelumnya fashion rajut tersebut dengan model yang lebih rapat, maka yang terbaru rajutan lebih terbuka dengan tampilan lubang besar seukuran jari.
Fashion rajut itu dibawa pula oleh beberapa outlet fashion dari luar kota yang tengah mengikuti pameran di Kota Malang. Salah satunya Krisna Fashion dari Bandung, yang tengah mengikuti pameran di Entrance Hall Malang Town Square. Stand tersebut mengandalkan fashion rajut dengan model terbaru, dan perpaduan warna yang lebih berani
“Yang terbaru, model rajutan lebih lebar dan terbuka. Dalam satu fashion rajutan, menggunakan beberapa perpaduan benang, sehingga lebih berwarna dan terkesan santai,” ungkap Owner Krisna Fashion, Ane Suryani.
Menurut dia, di kota asalnya yakni Bandung, model atasan seperti kelelawar yang kini diusungnya merupakan salah satu model favorit bagi anak muda. Fashion rajut tersebut, dengan model yang santai membuat pecinta fashion lebih mudah memadukannya dengan pelengkap atau dalaman bervariasi.
“Fashion rajut kali ini biasanya dipadukan dengan tank top. Sebab, dengan lubang yang lebih besar, tinggal membutuhkan dalaman yang simpel,” beber dia kepada Malang Post.
Ane menuturkan, model terbaru ini mulai mengalahkan fashion rajut yang terkesan padat layaknya sweater. Tak pelak, anak muda di Kota Kembang tertarik mengenakannya ketika menghadiri acara semi formal atau hang out.
“Untuk yang berpenampilan tertutup atau menggunakan hijab, juga tinggal mengenakan dalaman lengan panjang, dan hasilnya juga lebih bagus,” papar Ane panjang lebar.
Dia mengakui, untuk warna memang memadukan beberapa benang dengan warna yang berbeda. Namun, salah satu warna dipastikan dominan. Seperti hijau, ungu atau merah. Benang yang lain, untuk memberi variasi warna agar lebih menarik.
Ane menyebutkan, warna yang lebih soft memang mendominasi produksi, dan mempengaruhi penjualan pula. Menurut dia, ketika di Bandung dalam satu pameran bisa menjual antara 10-20 pieces per hari. Sementara, ketika pameran di Malang sepekan terakhir, diakuinya memang lebih kecil.
“Sehari bisa menjual 10 pieces. Tetapi sebagai perkenalan sudah sangat bagus,” sebutnya.
Perempuan asli Bandung ini menuturkan, untuk harga atasan rajut ini ditawarkan dengan bandrol Rp 85 ribu. Harga tersebut, masih lebih rendah ketimbang ketika pameran di tempat asalnya, Bandung. (ley/fia)