Kurangi Sampah Visual, AAM Siapkan Panggung Iklan

MALANG – Penataan panggung iklan luar ruangan wajib segera dilakukan untuk meminimalisir sampah visual memenuhi Kota Malang. Penataan tersebut bisa dilakukan dengan pembuatan panggung-panggung iklan outdoor di titik-titik strategis Kota Malang.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Asosiasi Advertising Malang (AAM) Rachmad Santoso. Kepada Malang Post, Rachmad mengatakan, penataan titik-titik reklame menjadi agenda pertama yang akan direaliasikan oleh AAM di tahun 2015.
“Saat ini kami tengah fokus menggarap rencana kerja yang konkrit untuk membantu pemerintah memfasilitasi iklan insidentil,” jelas pemilik Jade Indopratama tersebut.
Rachmad menjelaskan, peraturan pemerintah Kota Malang yang melarang pemasangan reklame insidentil di 15 ruas jalan protokol merupakan kebijakan yang positif untuk menjaga keindahan kota, namun hal tersebut harus ditindaklanjuti dengan menyediakan wadah bagi investor yang ingin memasang iklan insidentil.
“Jangan sampai pelarangan iklan insidentil di wilayah tertentu akan menimbulkan sampah visual di tempat lain,” jelasnya.
Ia menambahkan, selama iklan insidentil memang sering kali menimbulkan masalah. Setelah periode pemasangan habis, biasanya yang diturunkan adalah materi iklan, sedangkan rangka bambu maupun tali pengikat sering kali ditinggalkan sehingga merusak pemandangan.
“Dan kondisi tersebut sering kali terlihat di wilayah-wilayah strategis sehingga membuat kota terlihat kotor,” imbuh dia.
Untuk itu, Rachmad mengatakan, rencana kerja yang dikonkritkan AAM meliputi dua hal yaitu pembuatan dan pengelolaan panggung-panggung iklan insidentil baik dalam bentuk baliho maupun bando. Pembuatan tersebut meliputi penentuan titik iklan, arah, hingga penyeragaman ukuran materi iklan.
“Selama ini banyak pemasangan iklan yang terkesan kurang rapi karena tidak memperhatikan arah dan ukurannya bermacam-macam,” kata dia.
Panggung iklan yang akandirealiasasikan oleh AAM akan dibuat lebih rapi. Menggunakan rangka besi yang bisa dipasangi spanduk maupun baliho. Selain lebih kokoh dan tahan lama, juga lebih rapi sehingga tidak menimbulkan sampah visual.
Selain mengusulkan pembangunan panggung iklan, AAM juga berencana untuk pengelolaan, termasuk didalamnya adalah pembayaran pajak kepada pemerintah. selain memudahkan pemasang iklan, pengelolaan tersebut juga membantu pemerintah dalam hal collecting pajak.
“Rencana tersebut diusahakan untuk direalisasikan pada awal 2015. Saat ini tengah diajukan ke pemerintah Kota Malang untuk ditindaklanjuti,” pungkas dia.(fia)