CSR BCA untuk Pendidikan Capai Rp 4.1 Miliar

MALANG – Anggaran dana Corporate Social Responsibility (CSR) BCA untuk pendidikan tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Di 2014, bank swasta tersebut menganggarkan dana CSR khusus di sektor pendidikan sebesar Rp 4.1 miliar, atau naik dari tahun lalu yang sebesar Rp 3.8 miliar.
Di Malang, dana CSR pendidikan tersebut kemarin disalurkan dalam bentuk beasiswa kepada mahasiswa Universitas Brawijaya sebesar Rp 300 juta. Kepala Kantor Wilayah VII BCA Iwan Senjaya mengungkapkan, CSR untuk dunia pendidikan tak hanya diwujudkan dalam bentuk beasiswa namun juga tenaga pendidik.
“Kami berkomitmen untuk memberikan CSR untuk 16 perguruan tinggi negeri di Indonesia. Pengkhususan ini dikarenakan mahasiswa di PTN memiliki latar belakang ekonomi lebih heterogen ketimbang swasta yang jelas-jelas sudah mampu secara finansial,” urai Iwan.
Perhatian BCA terhadap dunia pendidikan menurut Iwan tak lepas dari pentingnya peningkatan kualitas SDM di Indonesia. Sumbangsih tersebut kemudian diwujudkan salah satunya dalam bentuk Beasiswa Bakti BCA.
“BCA secara khusus memberikan perhatian besar terhadap pendidikan, karena kami percaya bahwa para mahasiswa yang berprestasi merupakan calon pemimpin masa depan yang harus didukung pengembangannya,” urai Iwan.
Iwan menjelaskan, untuk memastikan beasiswa benar-benar diterima oleh mahasiswa yang membutuhkan, maka BCA menyerahkan seleksi kepada universitas sesuai dengan kriteria penerima beasiswa yang telah ditentukan.
“Beasiswa diberikan hingga satu tahun masa kuliah dalam bentuk bantuan pembiayaan SPP dan uang saku bagi mahasiswa yang berprestasi,” terangnya.
Ia melanjutkan, dana CSR dari BCA sendiri sejatinya sudah disalurkan ke banyak sektor. Ia mencontohkan di Gua Pindul Yogyakarta dimana di wilayah yang dulunya cukup tertinggal tersebut, BCA memberikan bantuan alat pembayaran Electronic Data Capture (EDC) yang memungkinkan pembayaran tiket masuk bisa menggunakan kartu BCA.
“Di sektor budaya, kami juga supporting kegiatan perwayangan yang merupakan kebudayaan asli Indonesia,” pungkas dia.(fia)