Tekan Angka Kecelakaan Peserta Lewat Safety Riding

BPJS Ketenagakerjaan
MALANG – Sekitar 400 orang tenaga kerja dari sejumlah perusahaan di Jawa Timur mendapat pelatihan safety riding atau keselematan berkendara yang digelar oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Pengetahuan keselamatan berkendara tersebut, menjadi salah satu upaya untuk mengurangi tingginya angka kecelakaan di jalan raya, yang juga melibatkan tenaga kerja.
Kepala Bidang Pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Wilayah Jatim, Andrey J. Tuamelly menyampaikan, acara yang digelar di Gedung Unggul, Malang, Kamis (2/10) kemarin merupakan bagian dari upaya BPJS ketenagakerjaan menekan angka kecelakaan kerja. “Terutama kecelakaan yang terjadi di jalan raya,” ujarnya.
Menurut dia, dalam kegiatan tersebut, peserta merupakan perwakilan perusahaan peserta BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Malang, Blitar, Kediri, Mojokerto, Pasuruan dan Madiun. Syaratnya, perusahaan tersebut merupakan peserta aktif yang dipilih oleh BPJS Ketenagakerjaan. “Pelatihan ini menjadi manfaat tambahan peserta. Selain itu, program lain seperti bantuan uang muka perumahan, beasiswa anak berprestasi hingga pemeriksaan kesehatan gratis,” beber dia.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Malang, Sri Subekti mengatakan, dengan kegiatan ini pengendara semakin sadar pentingnya keamanan dalam berkendara. Pasalnya, acara yang menggandeng Polda Jatim tersebut juga memberikan pengetahuan tentang safety riding.
“Tata cara berkendara, dan bila terjadi kecelakaan di jalan raya, apa yang harus dikerjakan disampaikan kepada peserta,” beber dia kepada Malang Post.
Perempuan yang akrab disapa Betty ini menuturkan,  melalui pelatihan keselamatan berkendara ini, angka kecelakaan kerja di jalan raya yang menimpa pekerja bisa ditekan seminimal mungkin. “Budaya keamanan berkendara harus dijalankan oleh peserta BPJS Ketenagakerjaan. Hasilnya, mereka bisa menjadi pelopor safety riding,” tutur Betty.
Sementara itu, Polda Jatim yang diwakili oleh Kasubdiyaksa Ditlantas Kompol Sigit Dany S. SH, S.IK, M.Sc (eng) mengungkapkan, jumlah kasus pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah Jatim tergolong tinggi, termasuk dalam jumlah korban jiwa. Berdasarkan data selama tahun 2013, jumlah pelanggaran lalu lintas mencapai lebih dari 350 ribu kasus, dengan sekitar 212 ribu kasus di antaranya didominasi pelanggaran kendaraan roda dua.
"Sedangkan untuk kecelakaan lalu lintas, selama 2013 terjadi 19.913 kasus dengan korban jiwa mencapai 5.656 orang atau rata-rata sekitar 14 orang per hari," tambahnya.
Dari jumlah korban meninggal dunia tersebut, sekitar 3.390 orang adalah karyawan dan tenaga kerja swasta. "Kami berharap para pekerja yang mengikuti pelatihan safety riding kali ini, nantinya bisa menjadi pelopor keselamatan berkendara di jalan bagi rekan-rekannya di perusahaan," terang dia. (ley/fia)