Harga Mobil LCGC Naik Rp 5 Jutaan

MALANG – Memasuki triwulan ke empat 2014 ini, produsen low cost green car (LCGC) mulai melakukan penyesuaian harga. Sejak 1 Oktober kemarin, harga mobil murah dari Toyota dan Daihatsu telah mengalami perubahan, sekitar Rp 5 juta sampai dengan Rp 7 juta tergantung varian mobilnya.
Kepala Daihatsu Jolo Abadi Malang, AA Gede Putra Wisnu menuturkan, kenaikan itu efektif telah terjadi di awal bulan ini. “Pemberitahuan kenaikan sudah terjadi sejak akhir Agustus lalu, dan mulai terjadi Oktober ini. Baik untuk Daihatsu maupun Toyota,” tuturnya.
Menurut dia, unit mobil murah dari Daihatsu yakni Ayla naik mulai dari Rp 5 jutaan. Perhitungan tersebut diperoleh dengan patokan kenaikan sebesar 6,6 persen yang telah disetujui pemerintah. Untuk angka pastinya, diakui oleh Wisnu belum mendapat rilis terbaru.
“Harga terbaru memang belum keluar. Sebab antara harga on the road Jakarta maupun wilayah lain berbeda. Update terbaru awal pekan depan,” beber dia kepada Malang Post.
Dia mencontohkan, untuk varian terendah dari Ayla dengan tipe 1.5 D transmisi manual. Harga di Jakarta dengan patokan Rp 77,75 juta naik sekitar Rp 5,1 juta menjadi Rp 82 jutaan. Selanjutnya, varian tertinggi X Elegant bertransmisi otomatis yang dihargai Rp 115,4 juta akan lebih mahal Rp 7,6 juta.
“Untuk patokan harga di Malang atau Jawa Timur, lebih tinggi sekitar Rp 4 jutaan. Tetapi ditunggu saja update harganya,” sebutnya.
Akan tetapi, sesuai dengan penuturan pria asal Bali tersebut, kenaikan tidak bisa sembarangan. Harga baru mobil LCGC tetap harus dapat persetujuan Kementerian Perindustrian. “APM mengusulkan, Kemperin mengevaluasi, lalu memberikan persetujuan,” tambah Wisnu.
Menurut Wisnu, kenaikan harga untuk LCGC ini disebabkan oleh beberapa faktor. Antara lain karena biaya produksi naik akibat inflasi, nilai tukar mata uang asing yang bertahan di level tinggi serta harga bahan bakar naik. Keadaan tersebut membuat pabrikan menyesuaikan harga pula.
Hal ini ditunjang pula pada minat dari customer yang terhitung besar. Misalnya di Kota Malang, penjualan terhadap Ayla maupun Agya sangat tinggi. Menurut Wisnu, untuk Malang DSK (dan sekitarnya) penjualan Ayla rata-rata mencapai 60 unit per bulan.
Wisnu tetap optimis dengan kenaikan yang terjadi tidak mempengaruhi penjualan. Sebab, harga terbaru pun masih sangat menjangkau customer dari kelas menengah ke bawah yang disasar oleh mobil LCGC. (ley/fia)