Berkembang Pesat, Properti Mahal Tak Masalah

MALANG – Kawasan Malang Raya, dianggap sebagai kawasan potensial untuk bisnis properti. Bisnis propertinya pun beragam. Tidak hanya pengembangan perumahan, tetapi juga mengalami pertumbuhan yang pesat sektor ruko, hotel, kondotel (kondominium hotel) maupun apartemen. “Bisnis properti Malang sangat potensial dan paling pesat di seluruh area Jawa Timur,” ujar General Manager Ijen Nirwana, Edy Daniel Tondok.
Dia mencontohkan, saat ini perumahan mewah tidak sulit untuk ditemui di Kota Malang. Misalnya, lebih dari 10 kawasan rumah dengan harga mahal ada di sini, antara lain Ijen Nirwana, Kota Araya, Riverside, Puncak Tidar dan Permata Jingga. Harganya pun tidak main-main, menembus Rp 6 miliar per unit.
Dia mengakui, pengembangan kini juga tidak berada di pusat kota. Sebab, pinggiran kota pun menjadi wilayah prospektif. Contohnya di kawasan Kedungkandang, yang dalam kurun waktu dua tahun terakhir perkembangannya semakin pesat. “Bisa dilihat bagaimana perubahan harga hunian di wilayah pinggir seperti di kawasan barat Kota Malang seperti di daerah Tasikmadu. Bila dua tahun lalu harga tanah per meter masih Rp 1 jutaan, kini harganya sudah dua kali lipat lebih mahal. Hasilnya, hunian pun ditawarkan di atas Rp 300 juta,” beber dia kepada Malang Post.
Perkembangan bisnis properti di Malang pun tidak hanya pada sisi landed atau perumahan saja. Pasalnya, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir tumbuh pesat properti dengan bangunan vertikal. Hotel bermunculan, diikuti dengan apartemen dan kondotel.
Apartemen pun kini bertumbuh di Kota Malang di kawasan Soekarno Hatta. Begitu pula kondotel, seperti di Harris Hotel dan yang kini sedang berkembang di Malang City Point. Pertumbuhan itu, diikuti pula dengan bertambahnya bangunan hotel dari para investor.
Dia menyampaikan, peminat investor properti seperti kondotel atau apartemen sangat besar, dan dikuasai orang luar kota. Sebagai bukti, 90 persen penghuni di Apartemen Soekarno Hatta berasal dari luar kota. Seperti Kalimantan, Jakarta, Bali hingga Papua. Sementara untuk investor kondotel, yang memiliki sistem pembagian keuntungan berupa Return of Investmen (ROI), juga dikuasai orang luar kota.
“Untuk investor lokal Malang, cenderung memilih bermain dalam sektor perumahan. Ditambah sektor ruko, yang beberapa tahun ini juga melesat,” papar dia panjang lebar.
Daniel menuturkan, untuk sektor perumahan, developer sebagian orang lokal Malang saja. Jauh berbeda dengan sektor properti seperti hotel dan kondotel tadi. Salah satu sektor properti perumahan yang sangat berkembang pesat dan merupakan pemain lama adalah  Kota Araya. Area perumahan yang berada di sisi utara Kota Malang tersebut merupakan wilayah yang dikembangkan dengan model hunian modern dan berkualitas.
Kota Araya menjadi salah satu perumahan paling diburu oleh calon user. Baik user membeli untuk hunian maupun sebagai sarana investasi. Alasan kuatnya, Kota Araya memiliki perkembangan yang sangat cepat dalam hal kenaikan harga dan kawasannya sangat potensial.
Beberapa contoh kawasan potensial seperti Town House yang dikembangkan di area bisnis, kavling Greenwood yang berada dekat dengan akses jalan tol, dan Ixora Valley sebagai kawasan terbaru dari Kota Araya.  “Masing-masing memiliki keunggulan tersendiri, dan user yang membeli menyesuaikan kebutuhannya. Tetapi, rata-rata memiliki tujuan investasi,” ujar General Manager Kota Araya, Prima Hartono.
Tujuan investasi tersebut bisa dilihat dari asal sang user. Tidak hanya dari Kota Malang, tetapi dari luar kota seperti Surabaya, Jakarta, hingga Bali. Tipe investor yang berburu di Kota Araya pun, seakan tidak memperhatikan harga properti di kawasan tersebut yang berada di kisaran Rp 1 miliar sampai Rp 4 miliar.
Mulai hari ini Kota Araya juga menawarkan propertinya dalam acara bertajuk The Araya Master Piece yang berlangsung di Atrium Hall Plaza Araya. Hingga 12 Oktober mendatang, hunian eksklusif di tempat itu ditawarkan kepada calon user dengan ragam hadiah menawan. Seperti Toyota All New Yaris, Kawasaki ER 6, emas 200 gram, home theatre, Honda Mobilio, Yamaha YZF R15, Honda PCX hingga Benelli Zaferano. “Tergantung tipe yang dipilih user, kami berikan hadiah langsung,” pungkas Prima. (ley/han)