Melukis Pemandangan dengan Pudding Art

CANTIK: Peserta pudding art serius menghias pudding miliknya. Tampak salah satu hasil pudding art karya Yuliana Jiu Dias.

MALANG – Tidak hanya kue tart yang bisa dikreasikan dengan berbagai bentuk yang cantik dan menarik. Tetapi, pudding atau agar-agar pun bisa mendapatkan kreasi art, dan membuat harganya lebih mahal karena memiliki karya seni yang tinggi.
Hal itu coba ditunjukkan oleh Yuliana Jiu Dias, sang Master JD’s Academy ketika mengisi acara dari Chefisme yang berlangsung di My Kitchen Café and Resto Jalan Rambutan Malang. Perempuan yang terkenal dengan kemampuannya membuat pudding art tersebut mengajarkan sekitar 30 perempuan untuk merubah pudding menjadi lebih indah.
“Kreasi seni pada kue tart sudah biasa. Namun, untuk kreasi pada pudding, pasti masih jarang ditemukan, kecuali di luar negeri seperti di Spanyol,” ujar Yuliana Jiu Dias.
Dia dengan telaten mengajarkan ilmu pudding art dengan satu alat jarum suntik kepada peserta. Bagaimana membuat kelopak bunga, membuat batang pohon, hingga membuat rerumputan. Uniknya, art tersebut tidak berada di bagian atas pudding, namun berada di dalam.
“Makanya, saya menggunakan alat jarum suntik untuk memasukkan bahan-bahan tersebut. Jika sudah dengan sentuhan ini, pudding yang biasa dijual Rp 10 ribu sampai Rp 50 ribu, bisa menjadi Rp 200 ribuan,” papar dia panjang lebar.
Perempuan asal Yogyakarta itu menambahkan, membuat pudding art layaknya melukis. Ketika memasukkan jarum suntik yang sudah berisi adonan krim yang terbuat dari susu, pewarna makanan dan gelatin ke dalam pudding atau agar-agar, harus bisa memainkan rasa seni. Hasilnya, pudding menjadi cantik tetapi tetap bisa dinikmati.
Untuk membuat pudding art, pertama-tama adalah membuat media art berupa pudding sesuai warna dasar yang diinginkan. Setelah dingin, pudding polos bisa dihias dengan krim yang dimasukkan ke dalam jarum suntik.
“Krim disuntikkan ke dalam krim. Untuk pemula, paling mudah membuat motif bunga, rumput, dan batang pohon,” jelasnya.
Dia menyebutkan, dalam acara di Malang ini, terdiri dari dua kelas. Untuk pelaksanaan kemarin, masih kelas dasar. Sementara, pada hari ini merupakan kelas advance, dengan bentuk yang lebih sulit dan nyata.
Juliana akan memilih beberapa peserta yang sudah fasih dalam pengajaran di hari pertama, untuk melanjutkan pembelajaran di kelas advance. Sebab, dia akan mengajarkan bagaimana membuat pudding art dengan karakter seperti ikan atau binatang yang lain. “Untuk besok (hari ini,red) pasti lebih susah dan menantang. Tetapi bila berhasil, nilai jualnya mahal,” urai perempuan yang kini tinggal di Bali tersebut.
Sementara itu, Charisma Wu yang menggagas terselenggaranya Pudding Art Class di Malang mengatakan, pelatihan semacam ini sudah beberapa kali dilaksanakan. Seperti baking class atau bento class. Beberapa gelaran, tidak hanya lingkup Malang, tetapi berlangsung hingga luar kota seperti Surabaya. (ley/fia)