Dongkrak Pengunjung, OJ Hotel Suguhkan Bebek Peking

MALANG -  Bisnis perhotelan melakukan beragam cara untuk menjaga stabilitas bisnisnya. Salah satunya dengan mengupgrade menu food and beverages-nya. Seperti yang dilakukan oleh Best Western OJ Hotel Malang, pada periode Oktober ini mengeluarkan menu makanan berupa olahan bebek dan minuman dari bahan nanas yang menggugah selera.
Assistant Marketing Communication Manager Best Western OJ Hotel, Ledya Shelfy menyampaikan, upgrade F and B merupakan strategi dari hotel dalam membuat tamu tertarik untuk datang ke hotel. “Setiap bulan kami pasti mengeluarkan menu baru. F and B jadi strategi kami untuk memberikan suasana baru bagi tamu,” ujarnya.
Menurut dia, medio Oktober ini hotel yang beralamat di Jalan Dr. Cipto tersebut mengusung tema The Faboulus October. Bebek dijadikan menu terkini dengan nama Roasted Peking Duck. Sementara, beverages berupa olahan nanas yang dipadukan dengan vanilla dan santan.
“Bebek Peking sudah sangat dikenal pamornya. Untuk itu kami usung di hotel sebagai menu terbaru, dengan cita rasa lebih enak dan berkelas,” tegas dia kepada Malang Post.
Dia menyampaikan, Bebek Peking ala Best Western disajikan dengan brown sauce dan Thailand Sauce. Sehingga, customer tinggal memilih, ingin menikmati roasted bebek dengan rasa yang manis atau asam. Perempuan ramah ini menjelaskan, pada bagian minuman, rasa asam khas dari buah nanas, disajikan dengan lebih bersahabat dalam sajian ala Hawai. Beverages tersebut, terasa nyaman di lidah, berkat rasa manis dari vanilla, serta aroma menggugah dari coconut.
Shelfy menyebutkan, untuk F and B ini ditargetkan untuk terjual dalam jumlah antara 10-20 pack per hari. Pasalnya, sebagai menu baru, tamu pun mesti mengenali menu tersebut. “Tetapi, menu baru biasanya langsung menggoda tamu di Pandanwangi Restaurant. Sehingga, hasilnya lebih sering di atas target,” sebutnya.
Dia mengakui, bila menu tersebut salesnya sesuai dengan target, akan dijadikan menu tetap di bulan berikutnya. Seperti beberapa menu yang justru bertahan dan menjadi salah satu menu favorit, misalnya Ayam Sambal Ijo.
Menurutnya, secara keseluruhan sektor F and B menyumbang sekitar 30-40 persen bisnis hotel. Tak pelak, dengan upgrade setiap bulan yang dilakukan, diyakini turut membantu stabilitas bisnis perhotelan. Terutama pada masa low season untuk hunian, tetapi justru menjadi masa peak untuk meeting room dan resto. (ley/oci)